Di sisi lain, laporan dari sejumlah media AS dan Israel punya dugaan lain. Mereka menyebut bahwa pejabat AS sebenarnya sedang bernegosiasi dengan Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf. Tapi ya, laporan ini langsung dibantah habis-habisan oleh media pemerintah Iran. Jadi, situasinya masih simpang siur.
Sebelumnya, Trump sudah lebih dulu menyinggung soal pembicaraan ini di media sosial. Dalam unggahannya, dia sekaligus mengumumkan penundaan rencana serangan AS terhadap infrastruktur energi Iran. Langkah ini, bagi banyak pengamat, cukup signifikan.
Tapi Iran punya cerita berbeda. Pihaknya membantah keras adanya pembicaraan apapun dengan AS. Mereka malah menyoroti motif lain di balik pernyataan Trump: sebuah upaya untuk menekan harga energi global dan sekaligus mengulur-ulur waktu untuk persiapan militer. Jadi, meski ada secercah harapan dari ucapan Trump, di lapangan, suasana masih tegang dan penuh saling tuduh.
Artikel Terkait
Gelombang Arus Balik Lebaran 2026 Mulai Padati Stasiun di Jakarta
Arus Balik Lebaran 2026 Mulai Padat, Volume Kendaraan di Tol Cipali Melonjak 167%
Arus Balik Lebaran 2026 Meningkat 167%, Cipali Terapkan Satu Arah
Kawasan Kota Tua Jakarta Ramai 25 Ribu Pengunjung Meski Sejumlah Museum Tutup Sementara