Kawasan Kota Tua Jakarta Ramai 25 Ribu Pengunjung Meski Sejumlah Museum Tutup Sementara

- Selasa, 24 Maret 2026 | 11:30 WIB
Kawasan Kota Tua Jakarta Ramai 25 Ribu Pengunjung Meski Sejumlah Museum Tutup Sementara

Kawasan Kota Tua Jakarta tetap ramai diserbu pengunjung selama libur Lebaran 2026. Suasana hiruk-pikuk itu berlangsung meski beberapa museum ikonik di sana memilih untuk menutup pintu sementara. Ya, libur panjang ternyata juga jadi waktu bagi sejumlah gedung bersejarah itu untuk beristirahat.

Informasi penutupan ini sendiri sudah diumumkan sebelumnya oleh Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua lewat Instagram. Jadwalnya ternyata berbeda-beda antar museum. Untuk tanggal 20 dan 21 Maret, misalnya, pengelola menutup akses ke Museum Sejarah Jakarta, Museum Wayang, Museum Seni Rupa dan Keramik, plus Museum Bahari.

Di sisi lain, ada juga yang tutup lebih lama. Museum Bank Indonesia, contohnya, libur operasi cukup panjang dari 18 sampai 24 Maret. Sementara Museum Bank Mandiri hanya tutup pada 20 hingga 23 Maret.

Memasuki Selasa, 24 Maret, suasana mulai berubah. Sebagian besar museum sudah membuka pintu kembali untuk umum. Hanya Museum Bank Indonesia yang masih terlihat sepi, karena jadwal bukanya memang besok.

“Ada pertunjukan musik dari Komunitas Kota Tua,” ujar Arini dari UPK Kota Tua.

Dia menambahkan, kemeriahan kawasan ini tak surut oleh penutupan museum. Justru ramai sekali. Bahkan, untuk menghidupkan atmosfer, digelar kegiatan komunitas pada 24 dan 25 Maret sore hari.

Data kunjungan pun membuktikan animonya luar biasa. Catatan untuk Senin, 23 Maret, menunjukkan angka yang cukup fantastis: hampir 25 ribu wisatawan domestik memadati kawasan, ditambah lebih dari dua ratus turis asing. Totalnya menembus 25.111 orang. Suasana benar-benar hidup.

Jadi, bagi yang ingin berkunjung, sebagian besar museum sudah bisa diakses lagi. Museum Sejarah Jakarta, Wayang, Seni Rupa dan Keramik, Bahari, serta Bank Mandiri siap menyambut. Tinggal atur waktu dan nikmati atmosfer sejarahnya.

(Yuwantoro Winduajie)

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar