Tiwi dan Fadia Ukir Sejarah, Raih Gelar Perdana di Thailand Masters

- Minggu, 01 Februari 2026 | 13:48 WIB
Tiwi dan Fadia Ukir Sejarah, Raih Gelar Perdana di Thailand Masters

Minggu (1/2) itu, Thailand Masters 2026 punya momen bersejarah. Di lapangan final, Amallia Cahaya Pratiwi dan Siti Fadia Silva berjibaku melawan wakil China, Bao Li Jing/Li Yi Jing. Dan hasilnya? Manis. Tiwi dan Fadia berhasil membawa pulang gelar juara.

Perjalanan menuju podium itu tidak mudah. Mereka harus meraih kemenangan lewat tiga gim yang menegangkan: 15-21, 21-15, dan 21-18. Gelar ini spesial, lho. Ini adalah trofi pertama mereka sejak PBSI mempertemukan mereka sebagai satu pasangan di Desember 2025 silam. Sebelumnya, debut mereka sudah dilakukan di Indonesia Masters pada Januari.

Pertandingan dibuka dengan tensi tinggi. Gim pertama berjalan ketat, skor sempat menyentuh angka imbang 7-7. Tapi, momentum sepertinya belum berpihak. Beberapa kali Tiwi/Fadia kehilangan poin karena pengembalian shuttlecock yang kurang akurat.

Di sisi lain, pasangan China itu bermain cermat. Mereka perlahan-lahan mengumpulkan poin, memimpin tipis 11-10 saat jeda. Pasca-interval, keunggulan mereka malah melebar cukup jauh. Tiwi/Fadia tertinggal 11-18 dan akhirnya harus mengakui keunggulan lawan 15-21 di gim pembuka.

Namun begitu, suasana berubah total di gim kedua. Sempat lagi-lagi imbang 6-6, Tiwi dan Fadia tiba-tiba menemukan ritme. Mereka bermain lebih percaya diri, menciptakan jarak dan memimpin 11-6 saat interval.

Bao Li Jing/Li Yi Jing jelas tidak menyerah. Usai jeda, mereka balas menekan dengan serangan agresif dan smash tajam. Kedudukan pun terpangkas jadi 9-11. Tapi, kali ini Tiwi/Fadia tampil solid. Mereka menjaga komposisi permainan dan akhirnya menyamakan kedudukan 1-1 dengan skor 21-15.

Gim penentu berlangsung sengit. Kedua pasangan seperti tak mau memberikan celah sedikitpun. Usai interval, skor masih sama kuat: 15-15. Suasana mencekam. Tapi, di momen-momen krusial, Tiwi dan Fadia tampil lebih dingin. Poin demi poin mereka raih, dan akhirnya menutup pertandingan dengan angka 21-18. Sorak-sorai pun pecah.

Kemenangan ini bukan sekadar angka. Ini bukti kerja keras dan chemistry yang mulai terbangun di antara mereka berdua. Sebuah awal yang cerah.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler