One Way Nasional Diperpanjang Lagi hingga KM 459 Tol Semarang-Solo

- Selasa, 24 Maret 2026 | 20:30 WIB
One Way Nasional Diperpanjang Lagi hingga KM 459 Tol Semarang-Solo

JAKARTA - Rekayasa lalu lintas one way nasional ternyata diperpanjang lagi. Kali ini, sistem satu arah itu dimulai dari Kilometer 459 di ruas Tol Semarang-Solo. Kebijakan ini resmi berlaku mulai Selasa (24/3/2026) menyusul masih padatnya arus kendaraan yang mengarah ke Jakarta.

Jadi, ruas yang diterapkan one way kini membentang cukup jauh: dari KM 459 di Semarang-Solo tadi sampai ke KM 70 di Gerbang Tol Cikampek Utama. Perpanjangannya sendiri mencakup segmen dari KM 459 hingga KM 414 Kalikangkung.

Menurut Kakorlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho, keputusan ini diambil karena prediksi arus puncak masih terjadi pada tanggal 24.

"Oleh sebab itu, sesuai dengan prediksi bahwa tanggal 24 itu arus puncak," jelas Agus, Selasa lalu.

Ia menambahkan, kebijakan ini sifatnya dinamis dan akan terus dipantau. Evaluasi utama bakal melihat jumlah kendaraan per jam yang melintas, setidaknya hingga Rabu (25/3) pukul 06.00 WIB pagi nanti.

"Tentunya nanti akan kita lihat traffic counting pada pukul 6 besok," katanya.

Nah, kalau dari pantauan itu volume kendaraan dari arah Trans Jawa khususnya Semarang menuju Jakarta ternyata masih tinggi, maka skema one way sangat mungkin diperpanjang lagi. Agus menegaskan, semua keputusan akan mengacu pada situasi aktual di lapangan.

"Apabila traffic accounting atau bangkitan arus yang dari arah Trans Jawa baik itu dari Semarang menuju ke Jakarta itu masih tinggi, kemungkinan untuk one-way akan kita perpanjang," tutur Agus.

Ia juga menyebutkan tentang pemantauan teknologi digital dari udara. Hasilnya, arus pada tanggal 24 dan 25 masih terpantau padat.

"Jadi tanggal 24 termasuk tanggal 25. Sampai tanggal 25 hasil analisa dan pemantauan teknologi digital dari udara itu masih tinggi, kami akan kita buka one way nasional arus balik yang ketiga," ucapnya.

Intinya, wacana perpanjangan one way untuk hari-hari berikutnya masih sangat terbuka. Semuanya tergantung pada kepadatan di jalan.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar