Pagi itu, getaran tiba-tiba mengguncang Pacitan. Gempa dengan kekuatan yang semula disebut Magnitudo 5,5, lalu dimutakhirkan menjadi M 5,7, itu ternyata dirasakan hingga ke sejumlah wilayah di Jawa dan Bali. Lalu, apa penyebabnya?
Menurut Dr. Daryono, Direktur Gempa bumi dan Tsunami BMKG, episenter gempa berada di darat, sekitar 24 kilometer arah Tenggara Pacitan. Kedalamannya cukup signifikan, mencapai 122 kilometer di bawah permukaan.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam lempeng,” jelas Daryono dalam keterangan tertulisnya, Selasa (27/1/2026).
“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” tambahnya.
Artikel Terkait
Trotoar Dibongkar, Kabel Penerangan Jalan di Cilincing Raib
OJK Tegaskan WNI di Kamboja dan Filipina Bukan Hanya Korban, Tapi Juga Pelaku Scam
Macan Tutul Jawa Pincang di Sanggabuana, Dua Pelaku Pemburu Teridentifikasi
Ibu di Depok Bangun dari Tidur, Langsung Hadapi Maling yang Sedang Menggasak Uangnya