Mentan Perketat Koordinasi BRMP untuk Pacu Kemandirian Pangan di Papua

- Selasa, 03 Maret 2026 | 01:45 WIB
Mentan Perketat Koordinasi BRMP untuk Pacu Kemandirian Pangan di Papua

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman punya pesan tegas. Ia meminta Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BPRMP) untuk benar-benar mengoptimalkan perannya. Fokusnya jelas: mendorong kemandirian pangan, terutama di wilayah timur Indonesia yang kerap dianggap tertinggal.

“Penguatan BRMP juga difokuskan untuk mendorong kemandirian pangan di kawasan timur Indonesia, khususnya enam provinsi di Tanah Papua, seperti Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Barat Daya, Papua Barat, dan Papua,” ujar Mentan dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Target pemerintah ambisius. Luas tanam padi di Papua harus ditingkatkan secara signifikan. Tujuannya ganda: memperkuat produksi beras lokal sekaligus memotong ketergantungan pada pasokan dari luar. Tapi, bukan cuma padi yang digarap. Komoditas lain seperti kopi dan kakao, plus tanaman strategis berbasis potensi lokal, juga masuk dalam program percepatan ini.

Harapannya, langkah ini tak cuma soal stok beras di gudang. Lebih dari itu, diharapkan bisa membangun pusat pertumbuhan ekonomi baru dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan petani di ujung timur negeri.

Mentan Amran bersikeras. Papua harus bisa bangkit dan bergerak mandiri. Kuncinya ada pada sinergi yang solid antara pemerintah pusat dan daerah, ditopang oleh sentuhan teknologi dan modernisasi alat pertanian.

“Kita ingin Papua mandiri pangan. Itu mimpi kita. Kita mulai dari Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Barat Daya, semua harus berdiri dan bergerak,” tegasnya.

Editor: Yuliana Sari


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar