Remaja Sukoharjo Nyaris Tewas Usai Dibongkarnya Paket Belanja Online

- Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:55 WIB
Remaja Sukoharjo Nyaris Tewas Usai Dibongkarnya Paket Belanja Online

Seorang remaja putri di Sukoharjo harus menjalani operasi setelah digigit ular kobra. Peristiwa ini bermula saat dia sedang asyik membongkar paket belanja online di rumahnya. Sakinah, 15 tahun, warga Desa Kepuh, tak menyangka bahwa momen membuka paket itu akan berakhir di meja operasi.

Menurut keterangan Janu Wahyu Widodo dari Exalos Indonesia, penanganan pertama yang dilakukan justru memperparah keadaan. Bukannya membaik, kondisi Sakinah malah makin kritis.

"Penyebab korban ini menjadi parah hingga harus operasi dan menghabiskan 12 ampul antibisa adalah karena kesalahan awal dalam penanganan gigitan," tegas Janu.

Dia memaparkan, tetangga korban sempat memijat area gigitan hingga berdarah. Lalu, mereka juga menggunakan air panas dan mengikat tangan Sakinah di bagian siku. Tindakan-tindakan inilah yang diduga kuat memperlambat penanganan medis yang tepat.

Lantas, dari mana asal ularnya? Isu yang beredar menyebut ular itu datang dari dalam paket. Namun begitu, setelah mendengar cerita lengkap korban, Janu punya kesimpulan lain.

Dia menduga ular sudah lebih dulu ada di dalam rumah. Saat Sakinah membuka paket dan membiarkan sampah plastik serta lakban berserakan, ular itulah yang kemudian menyelinap ke tumpukan sampah itu. Ada jeda sekitar satu jam antara proses membuka paket dan rencana membuang sampahnya.

"Foto yang viral, ular dalam lakban. Kemungkinan besar adalah terjerat lakban di lantai pasca-unboxing, dan menggigit 1 jam kemudian saat plastik packing ini akan dibuang," tambah Janu menerangkan skenario yang mungkin terjadi.

Jadi, gigitan diduga terjadi justru saat sang remaja akan membereskan atau membawa sampah plastik tersebut. Bukan di detik-detik pembukaan paket. Kasus ini jadi pengingat pilu tentang pentingnya pengetahuan pertolongan pertama yang benar dan juga untuk selalu menjaga kebersihan rumah dari tumpukan barang yang bisa jadi tempat persembunyian hewan berbahaya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler