Arus Mudik Lebaran 2026 Mulai Meningkat, Tol MBZ Catat Lonjakan 19 Persen

- Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55 WIB
Arus Mudik Lebaran 2026 Mulai Meningkat, Tol MBZ Catat Lonjakan 19 Persen

Lalu lintas di ruas tol Mohammed Bin Zayed (MBZ) mulai terasa padat. Ini pertanda, gelombang mudik Lebaran 2026 perlahan tapi pasti sudah dimulai. Data dari Jasa Marga per Jumat (13/3/2026) mencatat, pada Kamis kemarin saja sudah ada 28.040 kendaraan yang keluar Jakarta via tol ini. Angkanya naik signifikan, hampir 19 persen dibanding kondisi normal yang biasanya hanya sekitar 23.588 kendaraan.

Di sisi lain, arus menuju Jakarta juga ikut bertambah. Tercatat 24.387 kendaraan, naik sekitar 11,7 persen dari lalu lintas harian biasa. Kalau dijumlahkan, total volume kendaraan di kedua arah Tol MBZ menyentuh angka lebih dari 52 ribu. Jelas, mobilitas masyarakat sudah bergerak.

Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), sebelumnya sudah memberikan gambaran besarnya gelombang mudik tahun ini. Menurutnya, bakal ada sekitar 143,9 juta perjalanan yang dilakukan masyarakat.

"Pertama, terkait dengan tren mudik lebaran. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan, diperkirakan ada 143,9 juta perjalanan atau masyarakat yang melakukan mudik lebaran. Bisa dilihat ditinjau dari tujuan, maka yang paling banyak akan mudik ke arah Jawa Tengah dan Jawa Timur, lalu diikuti Jawa Barat, Yogyakarta, dan Sulawesi Selatan,"

Ucap AHY dalam konferensi pers di Gedung Bina Graha, Jakarta Pusat, Rabu (11/3) lalu.

Nah, terkait puncak arus mudik, AHY menyebut akan terjadi dalam dua gelombang. Yakni pada tanggal 14-15 Maret dan kemudian 18-19 Maret. Jadi, peningkatan yang terpantau di Tol MBZ ini mungkin baru awal saja.

Untuk arus balik? Puncaknya diprediksi bakal berlangsung pada 24-25 Maret, lalu dilanjutkan pada 28-29 Maret. Persiapkan diri, perjalanan panjang tampaknya akan mewarnai akhir Maret ini.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar