Perang belum usai. Begitulah kira-kira inti pernyataan keras dari Mohsen Rezaei, penasihat militer senior Ayatollah Mojtaba Khamenei. Dalam pidatonya yang disiarkan televisi nasional, Senin lalu, Rezaei menegaskan bahwa konflik dengan Amerika Serikat dan Israel akan terus berlanjut. Menurutnya, pertempuran baru akan berhenti jika Iran mendapat kompensasi penuh atas segala kerusakan yang mereka derita.
“Kita melihat bahwa angkatan bersenjata kita melakukan operasi dan aktivitas dengan kuat,” ujar Rezaei dengan nada percaya diri.
“Proyek kepemimpinan kita, dengan pemilihan pemimpin baru, telah berada di bawah kendalinya.”
Namun begitu, ada klaim menarik yang dilontarkannya. Rezaei menyebut bahwa sebenarnya perang ini “pada dasarnya telah berakhir” lebih dari seminggu lalu. Amerika Serikat, katanya, sudah siap menghentikan tembak-menembak dan mencari gencatan senjata. Tapi ada pihak yang ngotot: Benjamin Netanyahu. Perdana Menteri Israel itulah yang didorong-dorong untuk melanjutkan pertikaian.
Artikel Terkait
Arus Balik Lebaran 2026: Pemudik Terjebak Macet 14 Jam di Jalur Sukabumi
KPK Ubah Status Tahanan Yaqut Cholil Qoumas ke Rumah Usai Diketahui Idap GERD Akut dan Asma
Kapolri Pantau Destinasi Wisata, Waspadai Perpotongan Arus Balik dan Liburan
Presiden Palestina Peringatkan Bahaya Proyek Israel Raya dan Desak Konferensi Perdamaian