Selasa pagi (24/3/2026) di Tol Cikopo–Palimanan, suasana sudah jauh berbeda. H 3 Lebaran 2026 ini, gelombang arus balik pemudik mulai terasa betul. Dari data yang terkumpul hingga pukul sembilan pagi, tercatat sekitar 36.000 kendaraan melaju dari Cikopo menuju Jakarta. Angka itu melonjak drastis, naik 167 persen dibanding hari sebelumnya.
Lalu lintas memang ramai, tapi masih bisa dibilang lancar. Hal ini tak lepas dari rekayasa one way menuju Jakarta yang masih terus diberlakukan. Menurut pantauan di lapangan, sistem ini cukup efektif menata arus kendaraan yang membludak.
Kalau dilihat secara keseluruhan, kenaikan volume terjadi di kedua arah ruas tol yang akrab disapa Cipali ini. Pada H 2, totalnya naik sekitar 36 persen. Peningkatannya signifikan, ya. Meski begitu, kondisi hingga saat ini masih terkendali. Petugas pun terus disiagakan di titik-titik rawan untuk mengantisipasi kemacetan dan memastikan perjalanan berjalan semestinya.
Nah, buat para pengemudi yang masih dalam perjalanan, imbauan keselamatan tetap jadi prioritas utama. Jaga jarak aman, jangan serobot pindah jalur seenaknya. Bahu jalan bukan tempat untuk ngebut atau menyalip, kecuali benar-benar darurat.
Perhatian khusus juga diberikan soal putar balik. Selama sistem satu arah berlaku, aktivitas u-turn dilarang keras.
“Bagi yang sudah lelah, jangan dipaksakan. Segera beristirahat,” begitu pesan yang disampaikan pihak berwenang.
Caranya? Bisa singgah di rest area terdekat. Kalau penuh, tidak usah ragu untuk keluar lewat gerbang tol terdekat untuk cari tempat istirahat. Soal tarif, jangan khawatir. Sistem transaksi tertutup akan tetap menghitung berdasarkan jarak tempuh aktual, meski Anda keluar dan masuk lagi.
Perjalanan masih panjang. Utamakan selamat sampai tujuan.
Artikel Terkait
KPK Perpanjang Penahanan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas 30 Hari
Tony Fernandes Bersiap Luncurkan Maskapai Baru di Tengah Tekanan Industri Penerbangan
Polri Peringatkan Masyarakat soal Maraknya Judi Bola dan Penipuan Tiket Nobar saat Piala Dunia 2026
Kemenhaj Bentuk Satgas Haji Nonprosedural, Cegah 20 Ribu Kasus Ilegal Per Tahun