Jakarta. Bek kiri Timnas Indonesia, Nathan Tjoe-A-On, tiba-tiba jadi buah bibir. Pemicunya adalah sebuah kartu kuning yang ia terima saat membela Willem II melawan MVV Maastricht akhir pekan lalu. Bukan soal pelanggarannya yang istimewa, tapi lebih pada waktu dan konteksnya. Banyak yang menduga, itu bukan sekadar insiden biasa.
Kartu itu datang di menit ke-78. Konsekuensinya, Nathan harus absen di laga berikutnya melawan De Graafschap. Nah, di sinilah spekulasi mulai berembus. Jadwal laga klub itu ternyata bertepatan dengan FIFA Matchday, di mana Nathan sudah pasti akan membela Garuda. Jadi, absennya dia untuk klub itu sudah bisa diprediksi.
Menurut sejumlah pengamat di Belanda, termasuk jurnalis Dolf Van Aert, ada yang janggal. Van Aert dengan lantang menyatakan curiga.
Ia menilai Nathan sengaja mengulur waktu di pertandingan itu. Tujuannya jelas: mendapatkan kartu kuning agar akumulasinya ‘terbayar’ justru di saat ia tak bisa membela klub karena panggilan timnas.
Kalau dicermati, langkah ini terhitung cerdik. Kompetisi Eerste Divisie Belanda tidak berhenti saat jadwal FIFA Matchday. Pemain yang dipanggil timnas pasti akan meninggalkan klubnya. Dengan ‘membersihkan’ kartu lebih awal, Nathan memastikan dirinya bisa langsung bermain untuk Willem II sepulang dari tugas internasional. Ia kembali dengan catatan disiplin yang bersih.
Bagi klub, ini juga bukan kerugian besar. Mereka kehilangan Nathan di laga yang memang sudah pasti tanpa dirinya. Di sisi lain, sang pemain bisa fokus total membela Indonesia tanpa beban suspensi menunggu di liga.
Namun begitu, praktik semacam ini selalu punya dua sisi. Sebagian melihatnya sebagai kecerdikan taktis, sebuah eksploitasi celah aturan yang legal. Tapi tak sedikit yang mengernyitkan dahi, merasa ini mengusik semangat sportivitas meski sulit dikatakan melanggar.
Terlepas dari pro-kontra itu, fokus Nathan sekarang sudah beralih sepenuhnya ke Timnas Indonesia. Dengan jadwal padat FIFA Series 2026 di depan mata, kontribusinya sangat dinantikan.
Persiapan Menyambut FIFA Series
Sementara itu, di kampung halaman, persiapan Timnas Indonesia mulai menggeliat. Indonesia akan menjadi tuan rumah FIFA Series 2026, sebuah turnamen antar-konfederasi yang dijadikan pemanasan penting. Pelatih John Herdman dituntut mematangkan strategi dalam waktu yang relatif singkat.
Turnamen yang diikuti Bulgaria, Saint Kitts dan Nevis, dan Kepulauan Solomon ini digelar dari 27 hingga 30 Maret 2026. Waktunya mepet. Para pemain dijadwalkan mulai berdatangan ke Jakarta pada 22 Maret, usai perayaan Lebaran. Latihan pun dipastikan akan langsung fokus pada intensitas dan pemahaman taktik.
Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, menjelaskan bahwa pemusatan latihan akan dibuka pada tanggal 22 itu. Pemain akan datang secara bertahap.
"Setelah Lebaran, mulai dari tanggal 22 sampai dengan nanti tanggal 24 Maret para pemain akan datang semuanya," ujar Sumardji.
Jadi, segala perhatian kini tertuju pada Jakarta. Baik itu persiapan tim, maupun kontribusi pemain seperti Nathan yang kabarnya sudah menyiapkan diri dengan strateginya sendiri.
Artikel Terkait
Duel Pembalap Asia Tenggara Warnai Moto3 Prancis: Veda Ega Tantang Unggulan Hakim Danish di Le Mans
Barcelona dan Bayern Munich Bersaing untuk Anthony Gordon, Newcastle Pasang Harga Rp1,5 Triliun
Persebaya Surabaya Jadi Ancaman Terbaru di Super League Usai Tiga Kemenangan Beruntun Tanpa Kebobolan
Valverde Cedera Otak Traumatis Akibat Insiden Latihan, Bantah Terlibat Perkelahian dengan Tchouameni