katanya.
Soal bentuknya, nanti tidak cuma satu jenis. Rencananya akan ada kombinasi infrastruktur. Di beberapa titik mungkin dibangun tanggul, di titik lain akan dipasang pagar baja berdaya tahan tinggi yang khusus dirancang untuk menahan laju gajah.
“Jadi kemungkinan nanti akan ada tanggul di beberapa tempat, tapi juga akan ada pagar, ya, dari baja yang sangat kuat. Sekarang sedang diuji kekuatannya, ya,”
jelasnya.
Di sisi lain, proyek ambisius ini punya dimensi lain yang tak kalah penting: pemberdayaan masyarakat. Raja Juli berharap, upaya ini tak cuma mengamankan warga dan satwa, tapi juga bisa membuka keran ekonomi baru bagi penduduk lokal yang hidup berdampingan dengan taman nasional.
“Di mana nanti sekali lagi alam terjaga, satwa terjaga, namun juga apa, baik sekali bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat itu sendiri,”
pungkasnya.
Jika terwujud, pagar raksasa di Way Kambas ini mungkin akan menjadi salah satu upaya fisik terbesar untuk mendamaikan hubungan lama yang kerap berdarah antara manusia dan gajah Sumatera.
Artikel Terkait
Mentan Zulhas Pastikan Konflik Timur Tengah Tak Pengaruhi Ketahanan Pangan Nasional
Laba Bersih Bank Jago Melonjak 114% pada 2025, Didorong Pertumbuhan Nasabah
RUU Hak Cipta Usulkan Karya Jurnalistik Dilindungi Hak Eksklusif dan Royalti
Telkom Konsolidasikan Aset Fiber BUMN Lain ke InfraNexia untuk Dongkrak Pasar