Mereka tidak main-main dengan kesiagaan ini. Di daerah-daerah yang permintaannya biasanya tinggi, agen dan pangkalan LPG akan beroperasi 24 jam. Pasokan tambahan juga sudah disiapkan untuk mengisi cadangan, agar tidak sampai kehabisan di saat-saat genting.
Namun begitu, tantangan terbesar justru mungkin ada di jalanan. Arus mudik Lebaran yang padat berpotensi mengganggu distribusi. Untuk itulah, pemerintah sudah menyiapkan skenario khusus, termasuk pengaturan jadwal pengiriman yang lebih ketat dari depot menuju SPBE. Tujuannya satu: meminimalisir keterlambatan.
Di sisi lain, pengawasan di lapangan akan diperketat. Tim dari Ditjen Migas ESDM akan turun langsung memastikan distribusi berjalan mulus dan stok tersedia di tingkat pengecer. Erika kembali menekankan hal ini.
Kalau masyarakat menemui kendala, misalnya kesulitan mendapatkan LPG, pemerintah menyediakan kanal pengaduan. Masyarakat bisa menghubungi call center Pertamina di 135 atau call center ESDM di 136. Intinya, semua lini dipersiapkan agar Ramadan hingga Lebaran nanti berjalan lancar, tanpa kekhawatiran soal ketersediaan gas untuk masak dan keperluan rumah tangga lainnya.
Artikel Terkait
Telkom Konsolidasikan Aset Fiber BUMN Lain ke InfraNexia untuk Dongkrak Pasar
Ketua Banggar DPR Desak Pemerintah Tunda Proyek Tidak Mendesak untuk Pertebal Cadangan Fiskal
Prabowo Panggil Menteri Kehutanan Bahas Satgas Pendanaan Taman Nasional
Coding dan AI Resmi Jadi Mata Pelajaran Pilihan di SD hingga SMA