Menjelang Ramadan dan Lebaran tahun depan, kabar baik datang dari pasokan LPG nasional. BPH Migas memastikan semuanya aman dan terkendali. Stok yang ada saat ini diklaim cukup untuk bertahan rata-rata 12 hingga 15 hari ke depan, sebuah jangka waktu yang dinilai memadai untuk menghadapi periode lonjakan konsumsi.
Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Posko Nasional Sektor ESDM, Erika Retnowati. Dalam sebuah konferensi pers di Jakarta, Kamis lalu, ia menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memantau stok dan distribusi ke seluruh penjuru tanah air.
Memang, proyeksi kenaikan permintaannya tidak main-main. Pemerintah memperkirakan penyaluran LPG bakal naik sekitar 4 persen dibanding hari-hari biasa. Wajar sih, aktivitas rumah tangga dan silaturahmi pasti meningkat drastis selama bulan puasa dan hari raya.
Nah, untuk mengantisipasi hal itu, persiapan infrastruktur sudah dilakukan jauh-jauh hari. Ditjen Migas bersama Pertamia telah mengerahkan semua sumber daya. Bayangkan saja, saat ini tersedia 40 terminal LPG, plus ratusan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) baik yang PSO maupun non-PSO yang jumlahnya mencapai 757 unit. Belum lagi ribuan agen LPG yang siap siaga, tepatnya 6.662 agen.
Artikel Terkait
Telkom Konsolidasikan Aset Fiber BUMN Lain ke InfraNexia untuk Dongkrak Pasar
Ketua Banggar DPR Desak Pemerintah Tunda Proyek Tidak Mendesak untuk Pertebal Cadangan Fiskal
Prabowo Panggil Menteri Kehutanan Bahas Satgas Pendanaan Taman Nasional
Coding dan AI Resmi Jadi Mata Pelajaran Pilihan di SD hingga SMA