Ada perubahan arah yang cukup signifikan di tubuh PT Telkom Indonesia. Rencana awal mereka untuk membawa mitra strategis ke anak usahanya, PT Telkom Infrastruktur Indonesia atau InfraNexia, kini tak lagi jadi prioritas. Fokusnya bergeser.
Menurut Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, tahun ini tujuan utamanya adalah membentuk InfraNexia menjadi perusahaan fiber (FiberCo) yang benar-benar solid dan mumpuni. Padahal sebelumnya, langkah mencari investor baik dari dalam maupun luar negeri dicanangkan untuk membuka nilai lebih dari anak usaha tersebut.
"Namun di dalam perjalanannya, sekarang fokus utamanya untuk tahun ini adalah masih bagaimana supaya InfraNexia ini bisa menjadi FiberCo yang mumpuni," jelas Dian kepada media, Kamis (12/3/2026).
Jadi, urusan mitra strategis itu ditunda dulu. Bisa jadi baru akan digarap tahun depan.
Dian menambahkan, perubahan haluan ini punya tujuan yang jelas: mengefisienkan operasional InfraNexia dan mengoptimalkan pemanfaatan aset. Selain itu, perusahaan juga didorong untuk merambah pasar di luar Telkom Group. Caranya? Dengan memanfaatkan aset infrastruktur digital yang sudah mereka miliki.
Latar belakangnya, Telkom sebenarnya sudah menyelesaikan pemisahan hukum (spin-off) InfraNexia sejak Desember 2025 lalu. Proses ini menandai pengalihan sebagian bisnis dan aset di segmen konektivitas fiber grosir dari induknya ke anak perusahaan ini.
Intinya, InfraNexia dibentuk sebagai entitas khusus. Tugasnya mengelola dan mengintegrasikan infrastruktur fiber optik untuk pasar grosir. Mereka menawarkan layanan konektivitas fiber berstandar tinggi, seperti FTTH dan layanan terkelola, yang ditujukan untuk ISP dan operator telekomunikasi lain.
Ke depannya, perusahaan ini diproyeksikan menjadi mesin pertumbuhan baru bagi Telkom Group. Bahkan, nilai asetnya diprediksi bisa menyentuh angka Rp90 triliun pada tahun 2026. Sebagai FiberCo, perannya strategis: memaksimalkan penggunaan jaringan fiber grup, menekan biaya operasi, dan menciptakan ekosistem konektivitas yang terbuka serta setara bagi semua pelaku industri.
Jadi, untuk saat ini, membangun fondasi yang kuat lebih diutamakan ketimbang mencari teman bermain. Baru setelah itu, mereka akan melihat peluang kemitraan.
Artikel Terkait
ASG Expo 2026 Resmi Ditutup, PIK Dikembangkan Jadi Destinasi Wisata dan Pusat Gaya Hidup
Trump: Pelaku Penembakan di Gala Dinner Gedung Putih Bikin Manifesto Penuh Kebencian terhadap Umat Kristen
Marc Marquez Gagal Finis di MotoGP Spanyol 2026 Usai Jatuh di Tikungan 11
Jalur Selatan Garut di Bungbulang Kembali Normal Setelah Longsor, Pengendara Diminta Tetap Waspada