Coding dan AI Resmi Jadi Mata Pelajaran Pilihan di SD hingga SMA

- Kamis, 12 Maret 2026 | 15:00 WIB
Coding dan AI Resmi Jadi Mata Pelajaran Pilihan di SD hingga SMA

Mata pelajaran baru siap masuk ke kelas. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengumumkan bahwa coding dan kecerdasan buatan (AI) resmi menjadi mata pelajaran pilihan mulai tahun ini. Kebijakan ini menyasar siswa dari jenjang dasar kelas 5 SD hingga tingkat SMA di seluruh Indonesia.

Namun begitu, penerapannya tentu butuh persiapan matang. Kementerian tak main-main, mereka sudah melatih puluhan ribu guru untuk mengampu kedua bidang ini.

“Kami sudah melatih 55.000 guru di seluruh Indonesia di semua jenjang dan juga sudah melibatkan 38 persen satuan pendidikan yang ada di Indonesia,”

ujar Abdul Mu’ti pada Kamis (12/3/2026). Program pelatihan ini, katanya, masih terus berjalan. Tujuannya jelas: menambah jumlah pengajar yang kompeten agar nantinya coding dan AI bisa diakses lebih luas oleh siswa.

“Sehingga sekarang, program terus berlangsung dan pelatihan guru juga terus berlangsung. Nantinya, ketika jumlah guru sudah memenuhi, kami akan melangkah lebih lanjut, kemungkinan untuk memberlakukan coding dan AI sebagai mata pelajaran wajib,”

tegasnya. Jadi, statusnya sebagai pelajaran pilihan mungkin hanya fase awal.

Lalu, seperti apa bentuk mata pelajaran coding itu? Menurut penjelasan Mu’ti, ada tiga klasifikasi yang disiapkan. Pertama, coding unplugged atau pemrograman dasar yang bisa diajarkan tanpa komputer. Kemudian, ada coding berbasis internet, misalnya untuk pemrograman web. Yang ketiga justru menarik: coding berbasis permainan tapi tanpa menggunakan komputer sama sekali.

Di sisi lain, untuk mendukung pembelajaran, infrastruktur juga digenjot. Kementerian telah mendistribusikan lebih dari 288.000 unit layar interaktif sentuh (flat panel) ke sekolah-sekolah. Perangkat ini akan menjadi alat bantu utama untuk mengajarkan coding dan AI.

Terlihat jelas, langkah ini bukan sekadar wacana. Persiapan guru dan sarana sudah digelar, meski jalan menuju penerapan penuh masih panjang. Tinggal menunggu bagaimana eksekusinya di lapangan.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar