Ancaman baru dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terhadap Iran berhasil membalikkan tren pelemahan harga minyak dunia pada perdagangan Kamis, 11 Juni 2026. Pasar kembali dibayangi kekhawatiran akan potensi gangguan pasokan energi global setelah pernyataan keras tersebut mengguncang sentimen investor.
Harga minyak mentah Brent untuk kontrak Agustus, yang menjadi acuan internasional, tercatat naik 0,6 persen ke level 93,72 dolar AS per barel. Di sisi lain, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 0,8 persen menjadi 90,76 dolar AS per barel. Kedua kontrak sempat melonjak lebih dari dua persen pada sesi perdagangan Asia sebelum akhirnya terkoreksi dan kembali bergerak di zona positif. Pada sesi sebelumnya, harga minyak juga telah ditutup menguat hampir dua persen.
Perubahan sentimen ini dipicu oleh pernyataan Trump yang disampaikan melalui platform Truth Social. Dalam unggahannya, ia menegaskan bahwa Amerika Serikat akan menyerang Iran dengan sangat keras dan berencana mengambil alih Pulau Kharg serta sejumlah infrastruktur energi strategis lainnya. Pulau Kharg sendiri merupakan terminal utama ekspor minyak mentah Iran yang berlokasi di Teluk Persia dan menjadi jalur pengiriman bagi sebagian besar ekspor minyak negara tersebut.
Sebelumnya, harga minyak sempat melemah setelah laporan media menyebutkan bahwa Washington dan Teheran masih melanjutkan negosiasi untuk mencapai kesepakatan damai. Namun, prospek perdamaian tersebut masih dibayangi ketidakpastian. Trump kembali memperingatkan Iran agar segera menerima proposal perdamaian atau menghadapi tindakan militer lebih lanjut dari AS.
Sebagai respons, Iran dilaporkan meluncurkan serangan ke sejumlah pangkalan militer AS dan sekutunya di kawasan Teluk. Ledakan terdengar di Kuwait, Bahrain, dan Yordania, meskipun laporan tersebut belum mendapat konfirmasi resmi dari pihak berwenang.
Artikel Terkait
Wall Street Melonjak setelah Trump Batalkan Serangan ke Iran, SpaceX Siap Debut di Nasdaq
Golden Energy Mines Raih Pinjaman Rp5,5 Triliun dari Bank Mandiri untuk Modal Kerja Anak Usaha
DGWG Bagikan Total Dividen Rp88,23 Miliar untuk Tahun Buku 2025, Naik 67 Persen
Harga Emas Dunia Tertekan Konflik AS-Iran dan Fluktuasi Minyak