IHSG Pecahkan Rekor 22 Kali, 21 di Antaranya Terjadi di Era Purbaya

- Kamis, 04 Desember 2025 | 04:06 WIB
IHSG Pecahkan Rekor 22 Kali, 21 di Antaranya Terjadi di Era Purbaya

Di ruang rapat Komisi XI DPR, Senayan, Rabu (3/12) lalu, ada sebuah pengungkapan data yang menarik perhatian. Direktur Utama BEI, Iman Rachman, menyebut bahwa sepanjang 2025 ini, Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG sudah memecahkan rekor tertinggi alias All Time High sebanyak 22 kali. Angka yang cukup fantastis, bukan?

Namun, yang lebih mencengangkan lagi adalah rincian di balik angka itu.

"Indeks kita ternyata mencapai rekor high sepanjang 2025 itu 22 kali," ujar Iman Rachman.

Lalu ia melanjutkan dengan nada yang agak berbinar, "Tapi yang menarik, 21 kalinya terjadi di zaman menteri keuangan baru, pak. Jadi bisa kita bayangkan dampak dari pada persepsi investor terhadap ekonomi kita ini."

Pernyataan itu langsung disambut oleh Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, yang meminta penegasan. Rupanya, ia juga takjub dengan angka yang disebutkan.

"Penegasan ini pak, 22 kali memecahkan rekor?" tanya Misbakhun.

"Iya pak," jawab Iman singkat.

"Zaman Pak Purbaya. Waduh luar biasa ini," sahut Misbakhun, tak menyembunyikan kekagumannya.

Iman kemudian memperjelas. Dari seluruh catatan rekor itu, hanya satu yang terjadi saat Sri Mulyani masih memegang jabatan sebagai Menkeu. Semua sisanya, 21 kali, tercatat setelah Purbaya Yudhi Sadewa mengambil alih.

Menurut Iman, momentum kunci justru terjadi saat indeks untuk pertama kalinya berhasil menembus level psikologis 8.000. Itu terjadi di masa kepemimpinan Purbaya. Dan setelah tembus batas itu, grafiknya seperti dapat suntikan semangat, terus merangkak naik tanpa henti.

"1 kalinya di Bu Sri Mulyani satu kalinya, Pak Purbaya tembus 8.000 zaman beliau pak," jelas Iman.

"Jadi kalau kita bicara 8.000 and then setiap dua bulan ini naik terus pak sampai kemarin 8.600," tambahnya, melukiskan tren positif yang berkelanjutan.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar