Sabtu sore di Istana Merdeka terasa berbeda. Bukan hanya karena semarak Idulfitri, tapi karena kerumunan yang memadati halaman istana kali ini benar-benar didominasi wajah-warga biasa. Presiden Prabowo Subianto memang sengaja menggelar open house khusus untuk masyarakat umum dalam rangka merayakan Idulfitri 1447 Hijriah.
Nuansa kebersamaan itulah yang ingin ditekankan. Menurut Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Prabowo sudah memberi arahan khusus beberapa hari sebelumnya.
“Beliau sejak beberapa hari yang lalu menyampaikan bahwa tidak wajib dihadiri oleh para pejabat, baik kementerian maupun lembaga,” jelas Prasetyo dalam keterangannya.
Alasannya sederhana: empati. Presiden tak ingin merepotkan para pejabat yang mungkin punya agenda keluarga di hari raya. “Jadi, sore hari ini memang khusus untuk masyarakat umum,” tegasnya.
Tanpa pembatasan ketat atau pengorganisasian formal, diperkirakan sekitar 5 ribu orang memanfaatkan kesempatan ini. Pemerintah membiarkannya berlangsung sukarela, seluas-luasnya, selama masih memungkinkan. Mirip seperti suasana 17 Agustusan, tapi dengan aroma ketupat dan sirup merah.
Artikel Terkait
Kebijakan WFA Pasca-Lebaran 2026 Berlaku untuk ASN dan Swasta 25-27 Maret
Ivan Gunawan Rayakan Idulfitri Pertama di Masjid yang Ia Bangun di Depok
Presiden Prabowo Rayakan Idulfitri di Tengah Penyintas Banjir Aceh Tamiang
Polres Bengkayang Kerahkan 300 Personel Amankan 53 Titik Salat Id