Sabtu sore di Istana Merdeka terasa berbeda. Bukan hanya karena semarak Idulfitri, tapi karena kerumunan yang memadati halaman istana kali ini benar-benar didominasi wajah-warga biasa. Presiden Prabowo Subianto memang sengaja menggelar open house khusus untuk masyarakat umum dalam rangka merayakan Idulfitri 1447 Hijriah.
Nuansa kebersamaan itulah yang ingin ditekankan. Menurut Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Prabowo sudah memberi arahan khusus beberapa hari sebelumnya.
“Beliau sejak beberapa hari yang lalu menyampaikan bahwa tidak wajib dihadiri oleh para pejabat, baik kementerian maupun lembaga,” jelas Prasetyo dalam keterangannya.
Alasannya sederhana: empati. Presiden tak ingin merepotkan para pejabat yang mungkin punya agenda keluarga di hari raya. “Jadi, sore hari ini memang khusus untuk masyarakat umum,” tegasnya.
Tanpa pembatasan ketat atau pengorganisasian formal, diperkirakan sekitar 5 ribu orang memanfaatkan kesempatan ini. Pemerintah membiarkannya berlangsung sukarela, seluas-luasnya, selama masih memungkinkan. Mirip seperti suasana 17 Agustusan, tapi dengan aroma ketupat dan sirup merah.
Namun begitu, kesederhanaan menjadi semangat utamanya. Prasetyo mengaku pemerintah secara khusus mengedarkan surat himbauan agar para pejabat mengurangi gelaran open house dan halal bihalal. Pertimbangannya jelas: banyak saudara di daerah yang masih kesulitan. Maka, prioritas diberikan pada silaturahmi langsung dengan rakyat.
Di sisi lain, tradisi menyapa tetap berjalan. Presiden Prabowo rencananya akan berkeliling, menjabat tangan, dan menyapa langsung setiap tamu yang datang persis seperti tahun-tahun sebelumnya. Itu janji yang diucapkan Prasetyo dengan keyakinan.
“Insyaallah, sebagaimana tahun lalu, beliau nanti akan berkeliling menyapa masyarakat yang berkenan hadir,” ungkapnya.
Meski fokus pada publik, bukan berarti tamu-tamu khusus tak dijadwalkan. Rencananya, Prabowo juga akan menerima kunjungan dari para mantan presiden, termasuk Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo. Pertemuan itu diagendakan berlangsung di sore hari yang sama.
Jadi, open house kali ini lebih dari sekadar seremonial. Ia adalah pilihan untuk hadir secara lebih manusiawi di tengah masyarakat, di hari yang fitri.
Artikel Terkait
Golkar Bantah Candu Kekuasaan, Sebut Pemerintahan Justru Butuh Kehadiran Mereka
Brasil Hajar Haiti 3-0, Pastikan Lawan Jadi Tim Pertama Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Titiek Soeharto Tinjau Transformasi Nusakambangan Jadi Pulau Kemandirian dan Pusat Keterampilan Napi
Pemerintah Eksekusi dan Tata Ulang Kawasan Hotel Sultan demi Optimalisasi Aset Negara Senilai Rp17,87 Triliun