Ratusan orang terlihat mengantre panjang di Stasiun Gambir, Minggu pagi (18/1/2026). Mereka bukan menunggu keberangkatan, melainkan mengantri untuk pengembalian dana tiket kereta api yang dibatalkan. Penyebabnya? Banjir lagi.
Menurut Franoto Wibowo, Manager Humas KAI Daop I Jakarta, kondisi di lapangan memang belum membaik. "Masih adanya banjir di wilayah Pekalongan," katanya.
Ucapannya itu menjelaskan kekacauan yang terjadi. Akibat genangan air yang merendam rel di Jawa Tengah itu, sepuluh perjalanan kereta api yang seharusnya berangkat dari Gambir terpaksa dibatalkan. Bayangkan saja, ribuan penumpang yang sudah merencanakan perjalanan tiba-tiba harus mengubah rencana.
Dari data yang ada, sebanyak 2.859 calon penumpang seharusnya diangkut oleh 15 kereta. Namun, hampir seribu orang di antaranya tepatnya 989 langsung memilih untuk membatalkan dan mengantre refund hari itu juga. Suasana stasiun pun ramai oleh wajah-wajah kecewa.
Franoto menyampaikan permintaan maaf atas nama perusahaan. "Kami menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan kereta api," ujarnya.
Namun begitu, ada kabar baik di tengah situasi yang merepotkan ini. Bagi yang memilih refund, KAI akan mengembalikan uang mereka sepenuhnya. "Pelanggan bisa melakukan refund dan kami mengembalikan 100 persen," jelas Franoto. Setidaknya, kebijakan ini sedikit meredam kekecewaan para calon penumpang yang sudah mengantre berjam-jam.
Artikel Terkait
AS Sita Kapal Kargo Iran, Teheran Ancam Balas dan Batalkan Perundingan
Pria Diduga Mabuk Narkoba Tewaskan Ibu Tiri di Tangerang
KPK Ungkap Pola Klasik Korupsi: Uang Haram Kerap Dialirkan ke Selingkuhan
Warga dan TNI Mulai Bangun Jembatan Gantung di Klaten Atas Bantuan Presiden