Relawan Bara JP punya pandangan lain soal pernyataan Jusuf Kalla baru-baru ini. JK bilang, perannya sangat penting dalam mengantarkan Joko Widodo ke kursi presiden. Namun, bagi Bara JP, narasi itu nggak sepenuhnya tepat. Mereka menekankan, kemenangan Jokowi di Pilpres 2014 itu murni karena faktor sang capres sendiri.
Ketua Dewan Pengawas DPP Bara JP, Utje Gustaf, yang menjelaskan hal ini. Ia mengakui, memang ada peran JK di masa lalu. "Pak JK salah satu potongan sejarah yang ikut mendorong pak Jokowi menjadi Gubernur Jakarta 2012," ujarnya, Senin (20/4/2026).
Tapi soal dukungan untuk pencapresan, menurut Utje, itu datang belakangan. "Mengenai dukungan Pak JK untuk pencapresan Pak Jokowi, itu datang setelah gemuruh massa mendukung pencapresan Pak Jokowi," tambahnya.
Nah, di sisi lain, Utje juga mengingatkan satu hal. Dulu, kata dia, JK pernah mengeluarkan pernyataan keras. "Bukankan sebelumnya ada statemen pak JK bahwa 'hancur negara ini kalau Pak Jokowi jadi presiden?'. Tapi apapun itu, kami berterima kasih atas peran Pak JK, dan akhirnya menempatkan Pak JK sebagai wapres termul pascapilpres 2014," ucap dia.
Yang bikin heran Utje, klaim JK soal bisa memenangkan orang lain. Menurutnya, logikanya sederhana. "Pak JK di 2009 maju sebagai capres dan peroleh suaranya nomor 3 dari 3 calon. Kan gak mungkin bisa memenangkan orang lain kalau dirinya sendiri gak bisa memenangkan kontestasi pilpres," tuturnya.
Dari situ, kesimpulannya jelas baginya. Kemenangan pasangan Jokowi-JK waktu itu lebih karena magnet Jokowi sendiri. "Jadi di 2014 pasangan termul Jokowi-JK memenangkan pilpres lebih karena faktor Jokowi," imbuh Utje.
Latar belakang pernyataan JK ini sendiri muncul dalam suasana panas. Ia sedang menanggapi tuduhan Rismon Sianipar yang menyebutnya mendanai kasus ijazah Jokowi. Kesal, JK pun mengingatkan jasa-jasanya.
Dalam sebuah kesempatan, mantan wapres dua periode itu bersikap tegas. "Kasih tahu semua itu termul-termul itu, Jokowi jadi presiden karena saya," tegas JK.
Artikel Terkait
Sarwendah Minta Maaf Usai Video Sindir Nafkah Rp200 Juta dari Ruben Onsu Tuai Kritik
Presiden Prabowo Teken Perpres Pembentukan Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO
APJI Sambut Kepemimpinan Baru Badan Gizi Nasional, Dorong Penguatan Tata Kelola dan Pelatihan Keamanan Pangan MBG
Imigrasi Bekuk WNA AS Buronan Kasus Pelecehan Seksual yang Bersembunyi di Bunker Depok