Guncangan Pasar Global, IPOT Soroti Lonjakan VIX 18% dan Siasat Bertahan

- Senin, 24 November 2025 | 11:20 WIB
Guncangan Pasar Global, IPOT Soroti Lonjakan VIX 18% dan Siasat Bertahan

Pasar global kembali bergolak. Volatilitas melonjak tajam seiring ketidakpastian ekonomi dunia yang belum juga reda. PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) mencatat, indikator ketakutan pasar, VIX, bahkan meroket 18,16 persen hanya dalam waktu seminggu.

Di tengah kondisi ini, IHSG sempat mencatatkan penguatan. Pada penutupan perdagangan Jumat lalu, indeks ditutup di level 8.414, naik 0,52 persen dari pekan sebelumnya. Tapi jangan terkecoh. David Kurniawan, Equity Analyst di IPOT, menegaskan bahwa situasi ini justru mengharuskan investor untuk ekstra waspada.

"Volatilitas pasar global kembali meningkat. Hal ini dibuktikan dengan kenaikan indikator VIX sebesar 18,16 persen dalam seminggu terakhir," ujar David dalam risetnya, Senin (24/11/2025).

Dia melanjutkan, "Dengan volatility yang tinggi, trader harus siap dengan naik-turunnya dinamika pasar dan sebaiknya ambil posisi dengan risk-reward yang sangat terukur."

Memang, ada secercah sinyal positif. Di balik penguatan IHSG pekan lalu, investor asing tercatat melakukan pembelian bersih atau inflow sekitar Rp2 triliun di pasar reguler. Bahkan, indeks sempat menyentuh puncak 8.490 pada 20 November 2025. Namun begitu, sentimen global masih penuh awan kelabu.

Dari luar negeri, setidaknya ada tiga hal yang bikin investor tegang. Pertama, perkembangan kecerdasan buatan atau AI dinilai mengecewakan. Lalu, IMF mengeluarkan peringatan serius bahwa harga aset berisiko sudah terlalu mahal jika dibandingkan dengan fundamentalnya. Belum lagi, di internal The Fed sendiri masih terjadi perbedaan pandangan soal rencana pemotongan suku bunga Desember nanti.

Di sisi lain, dari dalam negeri, pasar merespons dua hal. Laporan defisit APBN yang mencapai Rp479,7 triliun per Oktober, meski diklaim masih dalam kondisi aman. Serta, keputusan Bank Indonesia yang memilih untuk bermain aman dengan mempertahankan BI Rate di level 4,75 persen.

Menghadapi semua dinamika ini, IPOT yang kini mengusung konsep Wealth Creation Platform, menyarankan strategi defensif. Mereka merekomendasikan untuk memilih saham dengan sinyal positif lewat fitur Booster Modal, memisah strategi investasi pakai Multi-Account, atau bahkan berkolaborasi lewat Shared Access.

Nah, berikut ini sejumlah rekomendasi saham dan obligasi dari IPOT untuk Anda pantau.

HMSP (Buy)
Harga Sekarang: Rp825
Entry: Rp825
Target Price: Rp900 (naik 9,09%)
Stop Loss: Rp795 (turun 3,64%)
Risk to Reward Ratio: 1:2,5
Alasan: Ada 'Purbaya effect' yang beri sentimen positif untuk sektor rokok, ditambah sinyal teknikal yang menguat di atas MA5.

BWPT (Buy)
Harga Sekarang: Rp149
Entry: Rp149
Target Price: Rp162 (naik 8,72%)
Stop Loss: Rp144 (turun 3,36%)
Risk to Reward Ratio: 1:2,6
Alasan: Tren jangka pendek terlihat positif, didukung volume tinggi dalam dua hari terakhir.

MINA (Buy)
Harga Sekarang: Rp226
Entry: Rp226
Target Price: Rp250 (naik 10,62%)
Stop Loss: Rp214 (turun 5,31%)
Risk to Reward Ratio: 1:2,0
Alasan: Tren naik bertahan di atas MA5, sementara investor asing mengakumulasi saham ini senilai Rp31 miliar sepanjang pekan.

Obligasi PBS 038 (Buy)
Kupon: 6,875% per tahun
Jatuh Tempo: 15 Desember 2049
Yield to Maturity: 6,6%
Catatan: Imbal hasilnya dinilai lebih menarik dibanding rata-rata imbal hasil obligasi pemerintah 10 tahun (ID10).

Perlu diingat, semua rekomendasi di atas dilengkapi dengan disclaimer standar: keputusan akhir untuk membeli atau menjual sepenuhnya ada di tangan Anda sebagai investor.

(Febrina Ratna Iskana)

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar