PT Berkah Prima Perkasa Tbk (BLUE) akhirnya mengonfirmasi kabar yang sudah beredar. Perusahaan tinta itu menyatakan proses penandatanganan Perjanjian Jual Beli Bersyarat (CSPA) dengan Dragonmine Mining Limited dari Hong Kong telah rampung. Ini bukan isapan jempol belaka.
Lewat keterbukaan informasi yang dirilis Kamis lalu, BLUE membeberkan rencana Dragonmine membeli 80 persen sahamnya, atau setara 334,4 juta lembar saham. Dengan kata lain, perusahaan asal Hong Kong itu bakal menjadi pengendali baru.
“Memang ada potensi bagi BLUE untuk mengubah haluan model bisnisnya pasca perubahan pengendali,” kata Ezaridho Ibnutama, Head of Research NH Korindo Sekuritas Indonesia, Senin (23/2/2026).
Menurutnya, langkah ini berpeluang memperbaiki kinerja perusahaan yang sempat lesu. Skema backdoor listing pun terbuka lebar, memungkinkan perusahaan dengan kualitas lebih baik masuk ke bursa tanpa melalui proses IPO yang berbelit.
Di sisi lain, BEI juga punya aturan baru yang memperbolehkan perusahaan ganti kode saham. Regulasi ini, ditambah kewajiban free float yang lebih tinggi, dikhawatirkan justru memicu kemacetan antrean IPO. Nah, di sinilah peluang backdoor listing makin menarik. Caranya? Ambil alih perusahaan yang sudah listing, lalu ubah core business-nya sesuai sektor usaha si pengendali baru.
Lantas, siapa sebenarnya Dragonmine ini? Perusahaan private asal Hong Kong itu dimiliki oleh Huayou Hongkong Limited. Meski BLUE belum memberi klarifikasi detail, penelusuran menunjukkan Huayou Hongkong adalah anak usaha Zhejiang Huayou Cobalt Co., Ltd. Fokusnya sebagai unit investasi luar negeri di sektor pertambangan dan mineral.
Artikel Terkait
MCOL Gelontorkan Rp265 Juta untuk Eksplorasi Batu Bara di Kuartal I-2026
Triniti Land Group Akan Akuisisi Mayoritas Saham Prime Land untuk Perkuat Bisnis Hospitality
Sido Muncul Bagikan Dividen Rp1,09 Triliun untuk Tahun Buku 2025
IHSG Menguat Tipis, PEGE dan HDFA Melonjak di Atas 34%