Hujan tak henti-hentinya mengguyur Jabodetabek sejak beberapa hari lalu. Menanggapi hal ini, PT Rekayasa Atmosphere Indonesia akhirnya memutuskan untuk bertindak. Sabtu (24/1) kemarin, mereka mengerahkan pesawat CASA A-2105 untuk menjalankan misi modifikasi cuaca.
Wilayah Bekasi jadi sasaran utama operasi ini. Tujuannya jelas: memecah gumpalan awan yang berpotensi menimbulkan hujan lebat lebih lanjut.
"Pada sorti pertama ini, pelaksanaan penyemaian awan difokuskan di wilayah Bekasi dan sekitarnya dengan tujuan utama memecah awan potensial pembentuk hujan,"
Demikian penjelasan Flight Scientist, Azis, dalam keterangannya di hari yang sama. Menurutnya, misi kali ini menggunakan bahan semai khusus, yaitu kalsium oksida atau CaO.
"Bahan semai CaO yang digunakan sebanyak 800 kilogram,"
tambah Azis. Itu setara dengan delapan kuintal bahan yang disebarkan di angkasa.
Penerbangan dilakukan pada ketinggian antara 7.000 sampai 8.000 kaki. Pilot dan tim sengaja membidik awan jenis stratocumulus untuk disemai.
"Awan target adalah stratocumulus dengan base awan di ketinggian 5.000 kaki dan top awan mencapai 8.500 kaki,"
jelasnya lebih rinci.
Ada satu catatan lagi dari lapangan. Selama penerbangan berlangsung, tim memantau kondisi angin yang ternyata cukup berpengaruh. Arahnya didominasi dari barat laut saat proses penyemaian dilakukan.
"Pada saat penyemaian, arah angin dominan dari barat laut,"
tutup Azis. Angin seperti ini tentu jadi pertimbangan penting agar bahan semai bisa bekerja efektif di sasaran yang tepat.
Artikel Terkait
PSG Vs Bayern Munich di Semifinal Liga Champions, Laga Final Dini yang Diprediksi Ketat
Tiga Sipir Lapas Blitar Diduga Jual Beli Kamar Sel Khusus hingga Rp100 Juta per Napi
Tim Uber Indonesia Kunci Juara Grup C Usai Comeback Dramatis Lawan Chinese Taipei
Polda Papua Bongkar Praktik Ilegal BBM Subsidi di Merauke, Negara Rugi Hingga Rp197 Juta