Trump Cabut AS dari 66 Organisasi Internasional, Isu Iklim Jadi Sasaran

- Kamis, 08 Januari 2026 | 08:20 WIB
Trump Cabut AS dari 66 Organisasi Internasional, Isu Iklim Jadi Sasaran
Artikel Ditulis Ulang

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali membuat langkah kontroversial di kancah global. Rabu (7/1) lalu, dia menandatangani memorandum yang memerintahkan penarikan negaranya dari puluhan organisasi dunia. Jumlahnya tak tanggung-tanggung: 66 entitas internasional harus ditinggalkan Washington.

Alasannya, menurut pernyataan resmi Gedung Putih, sederhana saja. Organisasi-organisasi itu dinilai sudah "tidak lagi melayani kepentingan Amerika."

Dari total tersebut, 31 di antaranya adalah badan-badan di bawah payung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Sementara 35 lainnya merupakan entitas non-PBB. Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, daftar lengkap nama-nama organisasi itu belum juga dirilis ke publik. Yang jelas, langkah ini menegaskan kembali pola kebijakan luar negeri Trump yang cenderung unilateral.

Namun begitu, laporan AFP pada Kamis (8/1/2026) menyelipkan satu petunjuk penting. Disebutkan bahwa salah satu dari 66 organisasi yang ditinggalkan itu adalah badan utama di PBB yang fokus menilai ilmu tentang pemanasan global. Ini mengisyaratkan bahwa isu perubahan iklim, sekali lagi, menjadi salah satu korbannya.

Sebenarnya, ini bukan hal baru. Sejak memulai masa jabatan keduanya, Trump sudah berkali-kali menarik Amerika dari berbagai forum dunia. Polanya konsisten.

Contoh paling nyata terjadi setahun sebelumnya. Di hari pertama dia kembali menjabat, Trump langsung mengumumkan keluarnya AS dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Amerika Serikat menyadari penarikan diri dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada tahun 2020 karena kesalahan organisasi tersebut dalam menangani pandemi COVID-19 yang muncul di Wuhan, Tiongkok, dan krisis kesehatan global lainnya,"

Begitu bunyi pernyataan Gedung Putih pada Selasa (21/1/2025) waktu itu. Trump menuding WHO gagal total dalam merespons pandemi. Dengan menggunakan wewenang konstitusionalnya, keputusan itu pun dijalankan. Langkah terbaru ini, menarik diri dari 66 organisasi sekaligus, seolah menjadi puncak dari filosofi "America First" yang diusungnya. Dunia internasional pun kembali dibuat merespons.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar