Bikini di Depan Kuil: Turis di Chiang Mai Picu Badai Budaya di Media Sosial

- Senin, 12 Januari 2026 | 10:30 WIB
Bikini di Depan Kuil: Turis di Chiang Mai Picu Badai Budaya di Media Sosial

Foto itu beredar cepat di Facebook, memicu perdebatan yang sengit. Empat turis asing terlihat sedang berjemur dengan bikini, duduk santai di hamparan rumput. Yang jadi masalah, lokasinya persis di dekat Wat Ratchamonthian, sebuah kuil di Chiang Mai, Thailand.

Mereka tampak asyik menikmati matahari. Tapi bagi banyak warga lokal, pemandangan itu terasa menusuk. Bukan cuma soal pakaian yang dianggap minim, tapi juga karena posisi mereka yang konon menghadap ke arah kuil. Hal kecil seperti ini, dalam budaya setempat, bisa diartikan sebagai sikap kurang ajar.

Reaksi warganet Thailand pun beragam. Banyak yang geram, menilai tindakan para perempuan itu tidak pantas dan melukai norma kesopanan.

"Ini jelas tidak menghormati tempat suci," tulis salah satu komentar yang keras.

Namun begitu, tidak semua suara bernada kecaman. Sebagian netizen justru mencoba memahami. Mereka berargumen, mungkin saja para turis itu tidak paham betul dengan konteks budaya dan spiritual di lokasi tersebut. Bisa jadi mereka mengira area rumput itu hanya ruang publik biasa, bukan bagian yang tak terpisahkan dari kesakralan kuil.

Di sisi lain, muncul juga pembelaan atas nama kebebasan pribadi. Perdebatan online pun pecah menjadi dua kubu: yang menuntut sikap hormat pada budaya lokal, dan yang menekankan bahwa ruang terbuka adalah untuk semua orang.

Menurut sejumlah saksi yang melihat unggahan awal, suasana di kolom komentar memang memanas. Tapi ada poin penting yang diangkat beberapa orang: insiden seperti ini seharusnya jadi bahan edukasi, bukan sekadar ajang saling hujat. Bagaimanapun, traveler dari belahan dunia lain bisa saja tidak aware dengan aturan tak tertulis di tempat yang mereka kunjungi.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pengelola kuil atau otoritas Chiang Mai. Tapi kasus ini jelas memberikan pelajaran. Berwisata ke negeri orang bukan cuma urusan foto-foto cantik atau mencari sinar matahari. Lebih dari itu, kita perlu membuka mata dan hati untuk memahami nilai-nilai setempat terutama ketika berdiri di tanah yang dianggap suci oleh pemiliknya.

Chiang Mai sendiri sebenarnya sudah lama jadi destinasi favorit turis mancanegara. Tapi kejadian viral ini mengingatkan semua pihak bahwa kadang, batas antara ruang publik dan area sakral bisa sangat tipis. Dan itu perlu diwaspadai.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar