Rusia melontarkan kecaman keras terhadap perluasan operasi militer Israel di Lebanon, dengan peringatan bahwa negara itu berisiko mengalami nasib serupa seperti Gaza. Peringatan tersebut disampaikan Duta Besar Rusia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Vassily Nebenzia, dalam sidang Dewan Keamanan PBB yang digelar pada Senin (1/6/2026). Menurutnya, eskalasi yang terjadi di Lebanon saat ini merupakan pengulangan dari skenario yang sebelumnya berlangsung di Jalur Gaza.
Nebenzia menegaskan bahwa Lebanon tengah menghadapi ancaman pembentukan kendali pendudukan Israel dalam skala besar. Ia menyebut situasi itu diperparah dengan adanya pengusiran paksa terhadap penduduk setempat. Dalam pernyataannya, ia mendesak penarikan segera pasukan Israel dari Lebanon dan memperingatkan bahwa operasi militer yang terus berlangsung hanya akan merusak kesepakatan gencatan senjata serta memperburuk stabilitas kawasan.
"Memburuknya situasi di Lebanon merupakan akibat langsung dari agresi tidak beralasan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran," ujar Nebenzia dalam sidang tersebut.
Sementara itu, Duta Besar China untuk PBB, Fu Cong, mengungkapkan bahwa pasukan Israel telah menyeberangi Sungai Litani dan menduduki Kastil Balfour. Ia menyebut langkah itu sebagai penetrasi militer terdalam Israel ke wilayah Lebanon dalam lebih dari dua dekade. Fu Cong menambahkan bahwa rencana Israel untuk memperluas operasi darat lebih jauh telah memicu kekhawatiran serius di kalangan masyarakat internasional.
Artikel Terkait
Inflasi Sumut Melonjak ke 4,35 Persen pada Mei 2026, Dipicu Harga Pangan dan Emas Perhiasan
Pasien Tusuk Perawat di Klinik Gigi Tangerang Usai Pembersihan Karang Gigi
Manchester United Capai Kesepakatan Penuh dengan Atalanta untuk Gelandang Éderson
Dadang Hindayana Akui Pencopotan dari Kepala BGN adalah Hak Mutlak Presiden Prabowo