Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup ambles hingga 4,20 persen ke posisi 5.594,77 pada akhir perdagangan Jumat, 5 Juni 2026, menandai pelemahan signifikan di penghujung pekan. Pada sesi awal, indeks sempat mencatatkan penguatan dengan dibuka di level 5.846, namun tekanan jual yang deras kemudian mendorongnya merosot ke titik terendah di 5.594,11 sepanjang hari.
Sebanyak 656 saham tercatat berada di zona merah, sementara 115 saham berhasil menguat dan 188 saham lainnya stagnan. Volume transaksi mencapai 34,6 miliar saham dengan nilai perdagangan sekitar Rp31,3 triliun, mencerminkan aktivitas pasar yang tinggi di tengah sentimen negatif.
Seluruh sektor industri kompak mengalami koreksi, tidak ada satu pun yang mampu bertahan di zona hijau. Sektor yang terdampak meliputi konsumer non siklikal, keuangan, properti, teknologi, kesehatan, energi, konsumer siklikal, infrastruktur, bahan baku, transportasi, hingga industri. Kondisi ini menunjukkan tekanan yang merata di hampir semua lini pasar modal.
Sementara itu, indeks-indeks acuan lainnya juga mencatatkan penurunan serupa. Indeks LQ45 terkoreksi 3,99 persen ke level 557, indeks JII turun 3,77 persen ke 338, indeks IDX30 melemah 3,83 persen ke 316, dan indeks MNC36 merosot 3,72 persen ke 245.
Di tengah pelemahan pasar, beberapa saham justru mencatatkan kenaikan harga yang cukup menonjol. PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU) naik 14,17 persen ke Rp117, PT Multi Media Internasional Tbk (MMIX) melesat 14,50 persen ke Rp750, dan PT Citra Buana Prasida Tbk (CBPE) menguat 12,50 persen ke Rp324.
Di sisi lain, sejumlah saham menjadi pemberat utama indeks. PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) anjlok 15 persen ke Rp1.445, PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) turun 14,90 persen ke Rp4.340, dan PT Kedoya Adyaraya Tbk (RSGK) melemah 14,88 persen ke Rp715.
Artikel Terkait
421 Siswa TK hingga SMA di Bawah Yayasan Semen Tonasa Resmi Menuntaskan Pendidikan
12,7 Ton Sampah Diangkut dari Sungai Cisadane dalam Aksi Berskala Besar Peringati Hari Lingkungan Hidup
BCA Gaet Pelaku Pariwisata Singapura dan Malaysia untuk Perluas Pasar Mancanegara Desa Wisata Binaan
Pemerintah Dukung Penuh Proses Hukum KPK di Kasus Dugaan Korupsi Izin Tinggal WNA yang Seret Wamen Imigrasi