Hashim Djojohadikusumo: Stanza Kedua Indonesia Raya, Kunci Menuju Indonesia Bahagia

- Senin, 08 Desember 2025 | 13:36 WIB
Hashim Djojohadikusumo: Stanza Kedua Indonesia Raya, Kunci Menuju Indonesia Bahagia

Di sebuah acara peringatan Hari Disabilitas Internasional di Hotel Bidakara, Tebet, Senin lalu, Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo menyampaikan pandangannya yang cukup menarik. Ia bicara soal visi bangsa, tapi dengan merujuk pada sesuatu yang akrab di telinga kita semua: lagu Indonesia Raya. Menurutnya, sudah waktunya Indonesia tak sekadar merdeka, tapi juga mencapai kesejahteraan yang hakiki.

"Indonesia sudah merdeka. Indonesia proklamasi merdeka, 80 tahun," ujar Hashim.

Nah, poin utamanya begini. Hashim kerap memperhatikan makna mendalam dari tiga stanza lagu kebangsaan kita. Stanza pertama, yang selalu kita nyanyikan, menggambarkan fase kemerdekaan. Itu sudah kita capai. Langkah selanjutnya, menurutnya, sudah tertuang rapi dalam stanza kedua.

"Sekarang kita harus mewujudkan stanza kedua Indonesia Raya. Yaitu apa stanza kedua? Stanza kedua, 'Indonesia Bahagia'. Indonesia harus bahagia," tegasnya.

Ia menegaskan, mewujudkan 'Indonesia Bahagia' itu harus jadi visi nasional kita sekarang. Dan tantangan besar ini sedang dijalankan oleh Presiden Prabowo Subianto bersama Kabinet Merah Putihnya. Hashim tak menampik bahwa jalan menuju kebahagiaan bersama itu tidak mudah. Ia mengakui, masih ada sebagian rakyat yang belum merasakannya.

"Dan maka itu, tujuan, cita-cita dan tekad Pak Prabowo Subianto dari Kabinet Merah Putih, untuk mewujudkan Indonesia Bahagia. Karena kita rasakan sebagian dari bangsa Indonesia belum berbahagia," paparnya.

Lalu, bagaimana dengan masa depan yang lebih jauh? Hashim juga menyinggung stanza ketiga, yaitu 'Indonesia Abadi'. Ini jadi tujuan jangka panjang. Menurutnya, para pendiri bangsa sudah punya visi yang jelas: kebahagiaan adalah pondasi keabadian sebuah bangsa.

"Karena para pendiri bangsa kita sudah mengetahui dan sudah melihat, kalau Indonesia tidak bahagia, belum tentu Indonesia abadi," ujar Hashim.

Ia lalu mengingatkan kita pada pelajaran sejarah. Banyak bangsa di dunia ini yang akhirnya bubar, terpecah, atau hilang karena masalah internal dan ketidakstabilan.

"Karena sudah kita lihat sejarah umat manusia, adalah ada banyak bangsa-bangsa tidak abadi, bangsa-bangsa disintegrasi, bangsa-bangsa banyak yang bubar," katanya.

Namun begitu, Hashim menutup dengan optimisme. Keyakinannya, jika rakyat bahagia, maka Indonesia akan tetap berdiri kokoh.

"Dan Indonesia tetap akan abadi karena rakyat kita nanti akan bahagia. Itu adalah cita-cita kita semua. InsyaAllah," tandasnya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar