Lalu, bagaimana dengan masa depan yang lebih jauh? Hashim juga menyinggung stanza ketiga, yaitu 'Indonesia Abadi'. Ini jadi tujuan jangka panjang. Menurutnya, para pendiri bangsa sudah punya visi yang jelas: kebahagiaan adalah pondasi keabadian sebuah bangsa.
"Karena para pendiri bangsa kita sudah mengetahui dan sudah melihat, kalau Indonesia tidak bahagia, belum tentu Indonesia abadi," ujar Hashim.
Ia lalu mengingatkan kita pada pelajaran sejarah. Banyak bangsa di dunia ini yang akhirnya bubar, terpecah, atau hilang karena masalah internal dan ketidakstabilan.
"Karena sudah kita lihat sejarah umat manusia, adalah ada banyak bangsa-bangsa tidak abadi, bangsa-bangsa disintegrasi, bangsa-bangsa banyak yang bubar," katanya.
Namun begitu, Hashim menutup dengan optimisme. Keyakinannya, jika rakyat bahagia, maka Indonesia akan tetap berdiri kokoh.
"Dan Indonesia tetap akan abadi karena rakyat kita nanti akan bahagia. Itu adalah cita-cita kita semua. InsyaAllah," tandasnya.
Artikel Terkait
Mabes TNI Mutasi 35 Perwira, Brigjen Tagor Rio Pasaribu Jadi Aster Kaskogabwilhan II
Jadwal Imsak dan Salat di Surabaya 17 Maret 2026 Pukul 04.09 WIB
PSM Makassar Terancam di Papan Tengah Klasemen Liga 1 2025/2026
Polisi Berlutut di Jalan, Redam Konflik Massa di Manggarai