Nama Dakota Fanning sudah seperti garam dalam sup Hollywood selalu ada dan memberi rasa. Bakatnya, ya, itu sudah tak diragukan lagi. Dan semua itu dimulai sejak ia masih sangat belia, bahkan sebelum banyak anak seusianya mulai berpikir soal cita-cita.
Bayangkan, di usia lima tahun, ia sudah bisa membuat orang berdecak kagum.
Dari Georgia ke Hollywood: Sebuah Perjalanan Awal
Lahir sebagai Hannah Dakota Fanning di Conyers, Georgia, pada 23 Februari 1994, dunia akting seolah sudah menunggunya. Meski latar belakang keluarganya lebih dekat ke lapangan olahraga ibunya mantan atlet tenis, ayahnya pernah main basket bakat Dakota justru mengarah ke panggung dan layar. Ia punya seorang adik, Elle Fanning, yang kini juga menjelma menjadi bintang besar. Tapi Dakota-lah yang membuka jalan itu.
Bakat alaminya itu cepat ketahuan. Orang tuanya, yang mendukung penuh, memasukkan Dakota ke sebuah studio teater dekat rumah. Tak butuh waktu lama bagi pelatihnya untuk melihat sesuatu yang istimewa. Mereka bilang, gadis kecil ini harus serius.
Nah, dari situlah keputusan besar diambil. Keluarga Fanning memutuskan untuk mencoba peruntungan di Los Angeles. Awalnya hanya rencana sementara, tapi seperti cerita klasik Hollywood, yang sementara itu berubah jadi permanen. Peluang mulai berdatangan, dan mereka memutuskan untuk menetap.
Di tengah kesibukan syuting, Dakota tetap menyelesaikan pendidikannya. Ia lulus dari Campbell Hall School di California pada 2011, dan langsung melanjutkan kuliah di Universitas New York di tahun yang sama.
Melangkah dari Iklan Detergen ke Dunia Akting
Perjalanan karirnya dimulai dari tempat yang cukup biasa: iklan. Ya, Dakota pertama kali muncul di iklan produk deterjen Tide. Dari sana, ia merambah ke peran-peran kecil di serial TV seperti ER, Ally McBeal, dan Malcolm in the Middle.
Artikel Terkait
Istri Fiersa Besari Terlindas Mobil di Stasiun Gambir, Pengemudi Tawar Rp200 Ribu untuk Damai
Bernadya dan JKT48 Geram, AI Grok Disalahgunakan untuk Konten Porno
John Herdman dan Misi Mustahil Garuda ke Piala Dunia
Violinis Brian King Joseph Gugat Will Smith, Klaim Tur Musik Hanya Perangkap Pelecehan