Lalu lintas kapal di Selat Hormuz nyaris berhenti total. Sejak perang antara Iran dan Amerika Serikat serta Israel meletus, arus kapal yang melintasi jalur strategis itu terjun bebas tepatnya anjlok 97 persen. Angka yang mencengangkan itu datang dari laporan terbaru Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Menurut data dari firma riset Clarksons yang dikutip oleh Konferensi PBB untuk Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD), sebelumnya rata-rata harian kapal yang melintas mencapai 129 unit. Kini, tinggal sisa-sisanya saja.
"Dampak ekonomi dari konflik ini nantinya sangat bergantung pada berapa lama perang berlangsung, seberapa intens, dan seberapa luas ketegangan menyebar,"
demikian pernyataan UNCTAD dalam laporannya, seperti dilansir Arabian Business, Kamis lalu.
Artikel Terkait
Telkom Konsolidasikan Aset Fiber BUMN Lain ke InfraNexia untuk Dongkrak Pasar
Ketua Banggar DPR Desak Pemerintah Tunda Proyek Tidak Mendesak untuk Pertebal Cadangan Fiskal
Prabowo Panggil Menteri Kehutanan Bahas Satgas Pendanaan Taman Nasional
Coding dan AI Resmi Jadi Mata Pelajaran Pilihan di SD hingga SMA