JAKARTA Sepak bola Indonesia lagi-lagi ramai dibicarakan. Menjelang FIFA Series 2026, pelatih baru Timnas, John Herdman, baru saja merilis daftar pemain yang dipanggil. Dan satu nama langsung jadi buah bibir: Elkan Baggott.
Bek jangkung itu akhirnya kembali. Setelah absen hampir dua tahun, pemain yang menghabiskan masa kecilnya di Inggris ini siap lagi membela Garuda. Tapi ini bukan sekadar tambahan badan. Comeback-nya bisa mengubah peta persaingan di lini belakang timnas, yang selama ini sudah diisi nama-nama mapan.
Lalu, ada spekulasi lain yang menggelitik. Kalau performanya bagus, mungkinkah ini jadi pintu bagi Baggott untuk main di liga kita? Beberapa pemain naturalisasi lain sudah lebih dulu merapat ke klub besar lokal, kan?
Persaingan Ketat di Belakang
John Herdman punya reputasi soal pertahanan yang rapi. Gaya mainnya kuat secara taktis. Dan kabarnya, dia cenderung memakai formasi tiga bek.
Nah, di skema itu, posisi bek kiri tengah jadi krusial. Selama ini, Justin Hubner yang sering mengisi. Tapi Baggott, dengan kaki kirinya dan keunggulan di udara, adalah pesaing serius. Karakternya cocok.
Kalau ini terjadi, persaingan bakal makin sengit. Soalnya, Rizky Ridho dan Jay Idzes juga tak mudah digeser. Mereka konsisten.
Namun begitu, bagi Herdman, situasi ini justru menguntungkan. Punya banyak pilihan pemain berkualitas adalah modal berharga, apalagi untuk menghadapi lawan yang beragam dalam waktu singkat.
Reuni di Ruang Ganti
Di luar lapangan, kembalinya Baggott ini seperti reuni. Sandy Walsh, bek kanan yang dikenal ceplas-ceplos dan humoris, pasti paling senang. Dia sering jadi penghangat suasana.
Meski sudah jadi WNI sejak 2021, absennya Baggott cukup lama. Jadi pertemuan ini terasa spesial. Bagi suporter, ini angin segar. Mereka berharap kehadiran Baggott bisa mengatasi kelemahan tim menghadapi bola-bola udara.
Kejutan Bernama Ezra
Bukan cuma lini belakang yang dapat perhatian. Herdman juga menyiapkan kejutan di depan.
Ezra Walian kembali dipanggil. Setelah hampir lima tahun hilang dari radar timnas, penyerang Persik Kediri ini mendapat kesempatan lagi. Musim ini, catatannya bagus: 6 gol dan 9 assist dari 22 laga.
Artikel Terkait
Iran Mundur dari Piala Dunia 2026, Buka Peluang bagi Indonesia
Sydney Sweeney Pamer Skill Sepak Bola di Stadion Sporting CP Usai Pertandingan
Persebaya Tersendat di Ramadan: Finishing Lemah dan Pertahanan Rapuh Jadi Masalah Utama
Mantan Pelatih Kritik PSM: Permainan Datar, Jiwa Siri Mulai Hilang