InJourney Targetkan Konsolidasi 106 Hotel BUMN dalam Satu Payung

- Kamis, 12 Maret 2026 | 05:30 WIB
InJourney Targetkan Konsolidasi 106 Hotel BUMN dalam Satu Payung

Rabu lalu di Bandara Soekarno-Hatta, Maya Watono, Direktur Utama InJourney, membeberkan rencana besar perseroannya. Holding BUMN aviasi dan pariwisata itu tak hanya mengurusi pesawat dan destinasi, tapi juga sedang bersiap mengonsolidasi lusinan hotel milik negara. Targetnya? Mengelola total 106 hotel.

“Saat ini, lewat InJourney Hospitality, kami baru mengelola 40 hotel di seluruh Indonesia,” ujar Maya dalam konferensi pers tersebut.

Namun begitu, angka itu bakal melonjak. “Nantinya, berbagai hotel BUMN di bawah InJourney akan dikonsolidasi. Sampai nanti jadi 106 hotel yang dikelola di bawah satu payung,” tambahnya. Artinya, ada 66 hotel lagi yang masuk dalam antrean, menunggu untuk diintegrasikan ke dalam portofolio mereka.

Misi InJourney sebenarnya cukup jelas: membangun ekosistem pariwisata dari hulu ke hilir. Selama ini, layanan-layanan itu berjalan sendiri-sendiri, seperti bekerja dalam ‘silo’. Kini, mereka ingin menyatukan semuanya transportasi udara, destinasi, hingga penginapan dalam satu kemudahan akses terpadu untuk masyarakat.

“Role kami adalah mengintegrasikan semua layanan,” lanjut Maya.

Alasannya kuat. Sektor pariwisata punya dampak ekonomi yang luar biasa. Maya menyebutkan, setiap kenaikan satu juta wisatawan mancanegara bisa menyuntikkan sekitar Rp40 triliun ke dalam PDB Indonesia. Bayangkan kalau tambahannya sepuluh juta? Angkanya mencapai Rp400 triliun. “Impact ekonomi dari aviasi dan pariwisata ini sangat besar,” katanya, menekankan potensi perputaran uang yang masif.

Rencana konsolidasi ini sejalan dengan wacana yang sudah digaungkan sebelumnya. Dony Oskaria, COO Danantara, pernah menjelaskan bahwa banyak BUMN punya model bisnis serupa. Hal ini dinilai tidak efisien dan malah menciptakan persaingan yang kurang sehat antar perusahaan negara sendiri.

“Kedepan, perusahaan negara di sektor yang sama akan digabung,” kata Dony pada Juni tahun lalu.

Logikanya sederhana: dengan menggabungkan kekuatan, perusahaan bisa jadi lebih besar dan fokus. Dampak ekonominya pun diharapkan akan lebih signifikan. Dony memberi contoh nyata: “Kita punya sekitar 130 hotel yang tersebar di berbagai perusahaan, seringkali tak dikelola secara profesional. Nanti hotel-hotel itu akan ditarik jadi satu holding hotel.”

Konsep seperti ini, menurutnya, akan merampingkan jumlah BUMN. Dari sekitar 888 perusahaan saat ini, diperkirakan hanya akan tersisa kurang dari 200 perusahaan yang benar-benar solid dan berdampak.

Jadi, langkah InJourney hari ini bukan sekadar menambah jumlah kamar hotel. Ini adalah bagian dari strategi besar merapikan rumah sendiri, agar kontribusinya bagi perekonomian nasional bisa benar-benar terasa.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar