WASHINGTON - Untuk pertama kalinya, militer Amerika Serikat mengerahkan Rudal Serangan Presisi (PrSM) jarak jauhnya dalam sebuah operasi nyata. Sasaran? Iran. Rudal ini digadang-gadang punya daya hancur yang bahkan lebih mengerikan dari rudal Tomahawk yang sudah legendaris itu.
Konfirmasi datang langsung dari Komando Pusat AS, Centcom. Mereka dengan tegas menyatakan bahwa penggunaan PrSM dalam kondisi pertempuran sungguhan adalah sebuah debut. Sebelumnya, rudal ini belum pernah dicoba di medan perang yang sebenarnya.
"Dalam peristiwa bersejarah pertama, Rudal Serangan Presisi (PrSM) jarak jauh digunakan dalam pertempuran selama Operasi Epic Fury,"
Begitu bunyi pernyataan resmi mereka. Centcom tak menyembunyikan kebanggaan, menyebut kemampuan serangan jarak jauh AS sebagai sesuatu yang 'tak tertandingi'.
Serangan gabungan AS dan Israel ke Iran sendiri sudah berlangsung sejak akhir Februari lalu, dengan Teheran menjadi salah satu target. Gempuran yang melibatkan rudal jarak jauh dan jet tempur ini dilaporkan menimbulkan kerusakan parah dan, sayangnya, juga memakan korban di kalangan warga sipil.
Artikel Terkait
Kementerian Perindustrian Dorong Standar Uji Emas Nasional untuk Dongkrak Ekspor Perhiasan
Zurich Syariah Pacu Pertumbuhan dengan Asuransi Mikro, Sentuh 50% di Awal 2026
Zurich Indonesia Jaga RBC 300%, Jauh di Atas Batas Minimal OJK
Kuota Mudik Gratis DKI Jakarta Bertambah Jadi 30.774 Orang