Zurich Syariah, atau PT Zurich General Tafakul Indonesia, baru saja meluncurkan produk asuransi mikro. Ini jadi langkah strategis mereka untuk masuk dan berekspansi di pasar asuransi syariah yang masih punya banyak ruang.
Menurut Direktur Zurich Syariah, Hilman Simanjuntak, entitas syariah ini masih terbilang baru. Baik di dalam grup maupun di industri secara keseluruhan. Makanya, inovasi seperti ini penting banget untuk membangun basis nasabah dari nol.
"Pada 2025, tingkat literasi asuransi itu 50 persen, tetapi inklusinya masih datar-datar saja. Enggak sampai 15 persen. Nah, kami memikirkan bagaimana mengonversi literasi ini ke inklusi," tutur Hilman.
Fokus mereka jelas: menjangkau populasi underserved. Kelompok yang selama ini belum tersentuh proteksi asuransi dengan maksimal. Menariknya, meski kesadaran masyarakat soal asuransi sudah naik, ternyata angka kepesertaannya masih rendah. Ada celah besar di situ.
Nah, strategi asuransi mikro ini rupanya cukup efektif. Buktinya, hingga Januari 2026, pertumbuhan produknya nyaris sentuh 50 persen. Angka yang cukup menggembirakan.
Artikel Terkait
Zurich Indonesia Pilih Obligasi Negara Meski Kuota Investasi Saham Diperlonggar
Warga Jakarta Buka Puasa Pukul 18.11 WIB, Isya 19.20 WIB
Jasa Marga Catat Gelombang Mudik Lebaran 2026 Dimulai Lebih Awal
DPR RI Desak PBB Ambil Tindakan Nyata Atasi Konflik AS-Israel-Iran