Pemuda Tasikmalaya Selamat Usai Minum Racun Tikus Campur Kopi

- Senin, 09 Maret 2026 | 09:10 WIB
Pemuda Tasikmalaya Selamat Usai Minum Racun Tikus Campur Kopi

Sebelum membaca, perlu diingat: kisah ini sama sekali bukan contoh untuk ditiru. Kalau kamu atau orang terdekat mengalami beban pikiran berat hingga muncul keinginan untuk mengakhiri hidup, segera cari bantuan profesional. Psikolog, psikiater, atau layanan kesehatan mental lainnya siap mendengarkan.

Seorang pemuda berusia 21 tahun, berinisial MSH, ditemukan tak sadarkan diri di tepi Jalan Mangin, Tasikmalaya, Minggu sore kemarin. Ia diduga sengaja mencampur racun tikus ke dalam kopi lalu meminumnya. Pemicunya? Depresi berat setelah putus cinta.

Menurut informasi yang dihimpun, sekitar pukul tiga sore, warga setempat kaget melihat seorang pemuda tergeletak lemas di pinggir jalan di Kampung Rancakukun. Kondisinya memprihatinkan.

Spontan, warga yang melihat langsung membawanya ke klinik terdekat. Sayangnya, fasilitas di sana tak memadai. Akhirnya, korban dilarikan ke RSUD dr. Soekarjo untuk mendapat perawatan yang lebih intensif.

Di sisi lain, ada juga warga yang melaporkan kejadian ini ke polisi. Tak lama, petugas dari Polsek Mangkubumi dan Unit Identifikasi Polres Tasikmalaya Kota bergerak. Mereka mendatangi lokasi kejadian dan kemudian menjenguk korban di rumah sakit.

Untungnya, respons tim medis terbilang cepat. Berkat itu, nyawa MSH berhasil diselamatkan dan ia kini sudah kembali sadar.

“Kabar baiknya, racunnya belum sempat menyebar luas karena kejadiannya masih dalam kurun enam jam. Langsung dilakukan bilas lambung untuk mengeluarkan racun dari tubuhnya,” jelas seorang polisi yang terlibat penyelidikan.

Dalam pemeriksaan, MSH sendiri mengakui perbuatannya. Ia meneguk racun tikus yang sudah dicampur kopi karena merasa depresi dan putus asa setelah ditinggal pacar.

Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Andi Purwanto, membenarkan insiden percobaan bunuh diri ini. Ia mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan mental, terutama di tengah tekanan masalah kehidupan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar