Di tengah ketegangan geopolitik yang memanas di Timur Tengah, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mencoba menenangkan publik. Ia menyatakan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri tetap aman. Kuncinya? Diversifikasi. Indonesia, kata Bahlil, tak lagi bergantung penuh pada impor minyak mentah dari kawasan Timur Tengah.
“Kami dengan Pertamina sudah switch dari Middle East kita ambil di Amerika, kemudian dari Nigeria, dan dari Brasil,” jelas Bahlil.
Pernyataan itu disampaikannya usai bertemu di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Jumat lalu. Intinya, pemerintah sudah menyiapkan sumber alternatif jauh-jauh hari.
Jadi, meskipun konflik di Timur Tengah berkepanjangan, stok minyak kita diklaim takkan terganggu. Bahlil bahkan menyebut untuk solar, produksi dalam negeri sudah bisa memenuhi kebutuhan secara penuh. Ini kabar baik, tentu saja.
Artikel Terkait
Pemerintah Batasi Truk 13-29 Maret 2026 untuk Antisipasi Macet Mudik Lebaran
Lebih dari 14 Ribu Jamaah Umrah Indonesia Dipulangkan Imbas Ketegangan di Timur Tengah
APBN Defisit Rp135,7 Triliun, Penerimaan Pajak Tumbuh 30 Persen
Menkeu Siapkan Penghematan Anggaran Hadapi Ancaman Defisit Akibat Harga Minyak