Suasana santai di Pantai Bondi tiba-tiba berubah jadi mencekam. Ahmed al Ahmed, yang saat itu sedang menikmati kopinya, mendengar suara tembakan pecah pada 14 Desember lalu. Dalam sekejap, pantai yang ramai itu berubah jadi arena kekacauan.
Ahmed, seorang penjual buah, langsung bereaksi. Dengan reflek, ia bersembunyi di balik sebuah mobil yang terparkir. Dari sana, ia menyaksikan kekacauan yang melanda. Namun begitu, nalurinya tak membiarkannya hanya diam. Ia memutuskan untuk bergerak.
Dia berjalan perlahan, mendekati salah satu pelaku. Dengan nekat, Ahmed merebut senjata dari tangan pria itu. Saat ditanya apa yang ada di pikirannya, jawabannya sederhana. Ia hanya ingin menghentikan penembakan itu. Titik.
"Target saya hanyalah untuk merebut pistol darinya," ujar Ahmed kepada CBS News dalam wawancara yang baru ditayangkan.
"Untuk menghentikannya dari membunuh nyawa manusia dan bukan membunuh orang-orang yang tidak bersalah," sambungnya.
Kini, setelah semua usai, perasaannya campur aduk. Di satu sisi, ia sadar tindakannya mungkin telah mencegah korban yang lebih banyak. Tapi di sisi lain, ada duka yang tertinggal.
"Saya tahu saya telah menyelamatkan banyak orang," katanya, dengan nada berat. "Tetapi saya merasa sedih atas kehilangan yang terjadi."
Artikel Terkait
Pemerintah Kaji Penghentian Ekspor Timah Mentah untuk Percepat Hilirisasi
Indonesia Bergabung dengan Board of Peace, Prabowo Hadiri Rapat Perdana
PBSI Uji Coba Atlet Rangkap, Apriyani dan Lanny Tampil di Dua Nomor
Menko Zulhas Ungkap 27 Perintah Prabowo, Fokus pada Program Makan Bergizi Gratis