MURIANETWORK.COM - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat pertumbuhan luar biasa pada produk pembiayaan perumahan syariahnya, KPR iB Hijrah Baitullah, sepanjang tahun 2025. Nilai pembiayaannya melonjak hingga Rp361 miliar, tumbuh 17 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini diiringi jumlah rekening yang membengkak 23 kali lipat menjadi 630 akun, menandakan tingginya minat masyarakat terhadap produk perumahan syariah di tengah kebutuhan properti yang tetap kuat.
Respon Positif dan Faktor Pendukung
Pencapaian fantastis ini tidak lepas dari kombinasi faktor strategis. Di satu sisi, kebutuhan dasar masyarakat untuk memiliki rumah tetap tinggi. Di sisi lain, Bank Muamalat berhasil merancang produk yang relevan dengan menyertakan kemudahan layanan digital dan nilai tambah yang menarik. Hal ini membuat KPR syariah menjadi pilihan yang semakin kompetitif di pasar.
Direktur Bank Muamalat, Ricky Rikardo Mulyadi, menjelaskan daya tarik produk ini. "Relevan dengan kebutuhan nasabah serta hadirnya layanan digital dalam proses pengajuannya, membuat KPR iB Hijrah Baitullah semakin diminati. Bank Muamalat menawarkan produk ini dengan hadiah porsi pendaftaran haji atau paket umrah tanpa diundi. Tersedia juga opsi hadiah lain seperti wakaf masjid, wisata halal, dan logam mulia," jelasnya.
Keunggulan dan Fleksibilitas Produk
Menurut Ricky, keunggulan program ini tidak hanya pada insentifnya. Dari sisi teknis pembiayaan, produk ini menawarkan kemudahan seperti bebas biaya appraisal untuk program take over spesial, persyaratan dokumen yang sederhana, serta struktur pembiayaan yang dirancang fleksibel untuk disesuaikan dengan kemampuan nasabah.
Sebagai bank syariah pionir di Indonesia, Bank Muamalat menyediakan skema angsuran yang ringan dengan tenor panjang hingga 25 tahun. Nasabah memiliki kebebasan memilih antara skema angsuran berjenjang yang mulai kecil atau angsuran tetap. Produk ini menggunakan akad Musyarakah Mutanaqisah (MMQ) dan dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, mulai dari pembelian rumah baru, take over kredit, top up, hingga refinancing.
Ekspansi Layanan Digital dan Strategi Ke Depan
Komitmen untuk aksesibilitas terwujud dalam layanan pengajuan digital yang terintegrasi. Nasabah dapat mengajukan pembiayaan secara mandiri melalui situs web khusus, dengan proses yang dirancang seamless dari awal hingga pemantauan real-time.
Ricky menegaskan bahwa langkah digital ini adalah bagian dari strategi ekspansi. "Hal ini tentunya memberikan fleksibilitas bagi nasabah dengan mobilitas yang tinggi. Langkah ini memungkinkan kami dapat menjangkau lebih banyak nasabah di berbagai wilayah, termasuk yang belum memiliki akses ke kantor cabang," tuturnya.
Melihat potensi pasar yang masih sangat besar, Bank Muamalat berencana terus meningkatkan porsi pembiayaan KPR iB Hijrah Baitullah di tahun-tahun mendatang. Strateginya akan berfokus pada penguatan sinergi dengan developer rekanan dan memperluas inklusi keuangan syariah, baik kepada nasabah existing maupun calon nasabah baru di seluruh lapisan masyarakat.
Artikel Terkait
BI Siapkan Rp185,6 Triliun Uang Tunai untuk Ramadan dan Idulfitri 2026
Habiburokhman Waspadai Penumpang Gelap dalam Reformasi Polri
Herzog Tegaskan Grasi Netanyahu Tunduk pada Hukum Domestik, Tolak Intervensi Trump
Fatwa DSN-MUI Pacu Optimisme Pegadaian Genjot Bisnis Emas Syariah