MURIANETWORK.COM - Seorang kreator konten berinisial AW bersama istrinya ditangkap polisi di kediamannya di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis (12/2/2026). Penangkapan ini merupakan bagian dari Operasi Pekat Jaya 2026 setelah polisi menemukan perkebunan ganja aktif yang dikelola tersangka di dalam rumahnya. AW diduga membudidayakan tanaman narkotika kelas I tersebut untuk konsumsi pribadi, sebuah kebiasaan yang disebut polisi terbawa dari masa tinggalnya di Amerika Serikat.
Kebiasaan dari Luar Negeri dan Upaya Produksi Mandiri
Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Prasetyo Nugroho, mengungkapkan bahwa tersangka pernah menetap di Amerika Serikat selama empat hingga enam tahun. Pengalaman di luar negeri itu, menurut penyidik, membentuk kebiasaan yang sulit ditinggalkan saat kembali ke Indonesia.
"Jadi menurut keterangan si tersangka, beliau ini pernah, pernah tinggal di Amerika ya, kurang lebih 4-6 tahun, di Amerika," terang Prasetyo Nugroho dalam jumpa pers di Mapolres Jakarta Selatan.
Karena ganja merupakan barang terlarang di Indonesia, AW kemudian mencari cara untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. Ia memutuskan untuk membudidayakannya secara mandiri di rumah. Langkah awal dimulai dengan mencari bibit melalui internet.
"Dia menghubungi melalui web, mencari bibit ganja tersebut," kata Prasetyo.
Tak hanya bibit, AW juga mengimpor berbagai peralatan khusus dari luar negeri untuk mendukung aktivitas ilegalnya itu. Polisi menyimpulkan bahwa tersangka berniat membangun sistem produksi pribadi yang berkelanjutan.
"Kemudian setelah mendapatkan (bibit), gimana caranya ganja ini diproduksi sendiri? Diproduksi sendiri dengan cara membeli peralatan-peralatan ini, dari luar negeri semua," imbuhnya.
Penggerebekan dan Temuan Mengejutkan di Dalam Rumah
Saat penggerebekan, polisi menemukan bukti-bukti yang menunjukkan skala operasi AW. Pencarian dilakukan secara menyeluruh dari lantai dasar hingga lantai empat rumah tersebut.
Di lantai satu, petugas menemukan alat vakum dan dua bungkus ganja. Naik ke lantai dua, penyidik mengamankan sejumlah ganja yang sudah dikemas rapi dalam plastik vakum dan disimpan di dalam kamar.
"Kemudian, kita beralih ke lantai 2, kemudian ditemukan satu buah kotak cooler box warna merah, di dalamnya terdapat delapan buah plastik pres vakum, jadi sudah dalam plastik sudah dipres, divakum, yang berisi narkotika ganja yang disimpan di dalam kamar pribadi," jelas Prasetyo.
"Kemudian sejumlah goody bag warna krem yang tersimpan di plastik pres berisi narkotika ganja yang disimpan di dalam kamar pribadi," lanjutnya.
Selain itu, ditemukan juga alat vaporizer, grinder, dan sebuah timbangan. Namun, temuan paling signifikan justru berada di lantai empat.
Perkebunan Ganja Bertingkat di Lantai Empat
Lantai empat rumah itu telah berubah fungsi menjadi ruang produksi ganja semi-hidroponik yang terorganisir. AW mengaku telah menjalankan aktivitas ini sejak Januari 2023.
"Nah di lantai 4 ini tersangka mengakui memproduksi narkotika ganja mulai dari pembibitan, penyemaian, pemisahan tunas menjadi beberapa pot tanaman dengan sistem semi hidroponik sampai kemudian siap untuk dipanen," ucap Prasetyo.
Di ruangan tersebut, polisi menyita dua buah tenda berukuran besar dan kecil, kipas, blower, pot, alat pengukur pH air, serta ganja dengan berat bruto mencapai ribuan gram. Salah satu karung berisi ganja memiliki berat bruto 3.123 gram.
Menurut pengakuan tersangka, panen dilakukan setiap tiga bulan sekali dengan hasil antara satu hingga satu setengah kilogram. Sebagian hasil panen dikemas untuk disimpan, sementara sebagian lain diolah lebih lanjut.
"Kemudian selain itu tersangka menggunakan sebagian hasil panen dibuat atau diracik menjadi liquid. Nah ini digunakan sebagai liquid kemudian dikonsumsi sendiri," beber Prasetyo.
Proses pembuatan liquid ganja tersebut dilakukan dengan alat herbal infuser, dicampur alkohol, dan didiamkan selama tiga hari sebelum siap digunakan. Temuan ini mengungkap modus produksi narkotika yang cukup rumit yang dilakukan secara tertutup di permukiman warga.
Artikel Terkait
Food Station Perkuat Stok dan Gelar Pasar Murah Harian Antisipasi Lonjakan Ramadan 2026
Pencuri Berpakaian Rapi Bobol Hotel Bintang Lima di Jakarta Pusat
Longsor dan Jembatan Hanyut Putus Akses Trans Papua, 103 Kendaraan Terjebak
Masjid Negara IKN Siap Beroperasi Penuh pada Ramadan 2026