Menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026, PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda) sudah mulai mengencangkan ikat pinggang operasionalnya. Mereka tak mau ambil risiko. Lonjakan konsumsi yang selalu terjadi tiap tahun ini sudah dipetakan dengan matang. Strateginya berlapis: perkuat stok, lebarkan distribusi, dan gelar pasar murah setiap hari tanpa jeda.
Dodot Tri Widodo, Direktur Utamanya, mengiyakan soal pola kenaikan itu. “Kalau beras, kenaikannya tidak terlalu drastis, kurang lebih delapan persen saja,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).
“Tapi untuk telur ayam, angkanya bisa lebih bervariasi, antara 7 sampai 17 persen. Jadi ya, naiknya memang signifikan.”
Untuk mengamankan pasokan dari hulu, Food Station menjalin kerja sama dengan sejumlah daerah sentra produksi. Skemanya macam-macam. Ada yang disebut standby buyer, di mana mereka membeli gabah langsung dari petani. Ada juga skema on farming dengan turut membiayai proses tanam. Daerah mitranya merentang dari Lampung, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, hingga Bali.
Soal stok beras saat ini, angka yang dikelola Food Station sendiri mencapai 80.000 ton. Cukupkah? Kebutuhan rumah tangga di Jakarta untuk periode Februari-Maret diproyeksikan sekitar 151.023 ton. Padahal, kebutuhan normal ibukota ‘hanya’ sekitar 2.500 ton per hari, atau 70.000-75.000 ton per bulan. Artinya, ada ruang untuk manuver.
Belum lagi mereka mengelola Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), yang stok harian rata-ratanya 40.000 ton. “Kalau dibagi 2.500 ton per hari, untuk 20 hari ke depan itu aman,” tegas Dodot lagi, meyakinkan.
Di sisi lain, komoditas lain juga tak luput dari perhatian. Stok gula pasir yang sekarang 192 ton akan ditambah 1.447 ton. Minyak goreng tersedia 36.234 liter, dengan tambahan 643.530 liter segera menyusul. Untuk telur ayam, dari 4,1 ton akan dikuatkan menjadi 1.002 ton lebih. Tepung terigu juga naik, dari 25 ton menjadi 88,2 ton.
Jaring distribusi dimaksimalkan lewat 39.000 titik modern trade dan sekitar 1.000 pelanggan konvensional. Yang menarik, operasi pasar murah bersubsidi akan digelar tiap hari di 10 titik kelurahan dan rusun. “Pasar murah kami jalan setiap hari,” kata Dodot. Targetnya jelas: menjangkau masyarakat menengah ke bawah agar bisa belanja dengan harga yang masih terjangkau.
Ilustrasi beras. Foto: Medcom.id
Sementara itu, dari sisi pemerintah provinsi, pesannya tegas. Sekda DKI Jakarta Uus Kuswanto menegaskan, tidak boleh ada lonjakan harga atau yang namanya kelangkaan stok pangan jelang hari besar nanti.
Seluruh BUMD pangan, terutama Food Station, diminta memastikan ketersediaan komoditas utama aman dan terkendali. Titik.
“Kalau kata Pak Gubernur, tidak ada alasan lagi Pemprov DKI tidak bisa memenuhi kebutuhan pokok warga,” pungkas Uus. “Jangan sampai ada kagetan.”
Pesan itu jelas. Semua pihak sudah diingatkan. Tinggal eksekusinya di lapangan.
Artikel Terkait
Pemkot Bandung Tutup Seluruh Hiburan Malam Selama Ramadan dan Imlek 2026
Indonesia Tegaskan Prinsip Palestina Tak Berubah Meski Israel Gabung Dewan Perdamaian
Timnas U-23 Indonesia Dipastikan Absen di Asian Games 2026
Pemukim Israel Hancurkan Belasan Rumah Warga Palestina di Tepi Barat