MURIANETWORK.COM - Sekelompok pemukim Israel diduga menghancurkan belasan rumah dan kandang hewan milik warga Palestina di sebuah desa dekat Kota Jericho, Tepi Barat, pada Kamis (12/2/2026). Insiden ini terjadi di tengah gelombang kekerasan yang memaksa banyak keluarga Palestina meninggalkan tempat tinggal mereka, serta berlangsung tak lama setelah pemerintah Israel mengesahkan kebijakan yang diperkirakan akan memperluas kendali di wilayah pendudukan tersebut.
Kronologi Penghancuran di Al-Duyuk al-Tahta
Menurut keterangan para saksi mata, sekitar 50 orang pemukim bersenjata dan bertopeng tiba di desa Al-Duyuk al-Tahta. Mereka didampingi sebuah kendaraan militer sebelum kemudian menggunakan buldoser untuk melaksanakan penghancuran. Bangunan-bangunan yang rata-rata berupa gubuk seng itu rata dengan tanah. Tak hanya struktur bangunan, hewan ternak dan barang-barang milik warga juga ikut diambil.
Mustafa Kaabneh, seorang penduduk yang telah tinggal di daerah itu hampir 20 tahun, menggambarkan suasana mencekam saat peristiwa terjadi. "Sekitar 50 pemukim tiba, memaksa semua orang keluar dari rumah dan mulai menghancurkannya. Kemudian mereka mengambil semuanya - bahkan ayam-ayamnya," tuturnya.
Artikel Terkait
Pemeriksaan Andrie Yunus Tertunda, Dokter Larang TNI Wawancara Korban
Polisi Ungkap Motif Ekonomi di Balik Pembunuhan dan Mutilasi di Kios Ayam Geprek Bekasi
Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi dan Nonsubsidi Tak Naik di April 2026
Belanda Imbang Lawan Ekuador Usai Main dengan 10 Pemain Sejak Menit ke-12