Operasi Zebra 2025 Dimulai: Fokus Edukasi dan Teknologi Tekan Kecelakaan

- Selasa, 18 November 2025 | 13:50 WIB
Operasi Zebra 2025 Dimulai: Fokus Edukasi dan Teknologi Tekan Kecelakaan
Operasi Zebra 2025: Fokus Edukasi dan Teknologi untuk Tekan Angka Kecelakaan

Operasi Zebra 2025 Dimulai, Korlantas Fokus pada Edukasi dan Teknologi

Pelaksanaan Operasi Zebra 2023 hari pertama di seluruh Indonesia berjalan stabil dan terkendali. Kakorlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho, menegaskan bahwa operasi ini merupakan momentum krusial untuk menciptakan keselamatan jalan, khususnya menyambut peningkatan mobilitas warga pada libur Natal dan Tahun Baru mendatang.

Mengikuti arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, tujuan Operasi Zebra 2025 adalah mewujudkan keamanan berlalu lintas dengan strategi yang berpusat pada edukasi, pengawasan, serta penegakan hukum yang didukung oleh data akurat.

Edukasi Jadi Senjata Utama Operasi Zebra

Irjen Agus menyatakan bahwa indikator kesuksesan Operasi Zebra tidak diukur dari banyaknya tilang, melainkan dari penurunan angka kecelakaan dan korban jiwa di jalan raya. Untuk mencapainya, jajaran Polantas mengintensifkan kegiatan preemtif dengan pendekatan yang persuasif dan ramah.

Pada hari pertama, tercatat 3.934 kegiatan imbauan langsung yang menjangkau sekolah, kampus, pusat perbelanjaan, dan kawasan industri. Sebanyak 83.080 leaflet dan stiker berisi pesan keselamatan, seperti etika berkendara, kewajiban helm, dan bahaya kecepatan, telah disebarluaskan. Tidak ketinggalan, edukasi juga gencar di ruang digital melalui 50.797 publikasi di berbagai platform media sosial.

Peran Teknologi ETLE dalam Penegakan Hukum

Dalam aspek penindakan, Korlantas memanfaatkan teknologi untuk menjaga objektivitas. Sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) kamera statis mencatat 6.753 pelanggaran, sementara perangkat ETLE mobile merekam 4.937 bukti pelanggaran. Sebanyak 21.145 teguran juga diberikan kepada pengendara sebagai bentuk pembinaan langsung. Total pelanggaran yang tercatat pada hari pertama mencapai 17.169 perkara.

Kecelakaan dan Pemetaan Area Rawan

Di sisi lain, Operasi Zebra hari pertama juga mencatat 46 kejadian kecelakaan lalu lintas dengan empat korban meninggal dunia. Sebagian besar insiden terjadi di ruas jalan non-tol dan didominasi oleh faktor manusia, seperti kurang waspada dan kecepatan tidak sesuai.

Kakorlantas telah menginstruksikan agar setiap titik kecelakaan dipetakan secara detail. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa pengawasan dapat difokuskan pada lokasi-lokasi yang paling berisiko tinggi.

Keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama. Masyarakat diimbau untuk mendukung Operasi Zebra 2025 dengan mematuhi semua peraturan lalu lintas dan senantiasa mengutamakan keselamatan dalam setiap perjalanan.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar