SEMARANG – Menjelang puncak arus mudik Lebaran, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah serius menangani masalah jalan berlubang. Baru-baru ini, lebih dari Rp50 miliar digelontorkan khusus untuk perbaikan jalan di wilayah Kabupaten Pemalang. Angka itu bukan main-main, dan menjadi bagian dari target menutup ribuan titik lubang di berbagai ruas jalan provinsi.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan komitmennya. “Target kami, menjelang arus mudik dan balik, lubang-lubang tersebut sudah tertutup dan jalan dalam kondisi mantap,” ujarnya.
Pernyataan itu disampaikan Luthfi saat meresmikan hasil perbaikan Jalan Randudongkal–Moga dan Jalan Pemalang–Bantarbolang, Rabu (18/2/2026).
Menurutnya, proyek ini bukan cuma soal mengaspal. Lebih dari itu, ia menyebut perbaikan jalan adalah soal menjamin keselamatan warga dan mendorong perputaran ekonomi. Bahkan, bisa memicu tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru di daerah.
Secara rinci, perbaikan ruas Randudongkal-Moga yang panjangnya 4,180 km menelan anggaran Rp26,32 miliar. Sementara untuk ruas Pemalang-Bantarbolang sepanjang 5,731 km, kontraknya senilai Rp24,5 miliar.
Ini bukan pekerjaan kecil. Sejak awal 2026, pemprov sudah membenahi ratusan titik jalan yang tersebar di 35 kabupaten dan kota. Luthfi menyebut, hanya dalam triwulan terakhir saja, ada 106 paket pekerjaan senilai Rp676 miliar yang telah diselesaikan.
Di Kota Semarang sendiri, ada tiga ruas jalan yang jadi prioritas. Yakni Brigjen Sudiarto (3,2 km), Semarang-Godong (2 km), dan Weleri-Patean (1,8 km). Totalnya, anggaran yang dikucurkan untuk ketiganya mencapai Rp77 miliar.
Luthfi berargumen, konektivitas jalan yang mulus adalah urat nadi perekonomian. Ia mendukung kelancaran arus barang, mobilitas pekerja, dan tentu saja, aktivitas jual-beli. Hal ini jadi krusial, terutama saat momen Ramadan dan Idulfitri seperti sekarang, di mana mobilitas masyarakat melonjak drastis.
Karena itu, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota bakal melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi jalan. Evaluasi ini akan fokus pada masa jelang Idulfitri dan puncak arus mudik, sesuai peta jalan infrastruktur yang sudah disepakati.
Di sisi lain, ada terobosan yang diinstruksikan Luthfi. Ia memerintahkan Dinas PU untuk membuka layanan pengaduan jalan rusak secara online. “Ini penting agar jalan provinsi bisa terpantau. Untuk kabupaten/kota sudah saya arahkan untuk ikut serta menambal jalan lubang,” tegasnya.
Baginya, sarana prasarana jalan adalah prioritas utama yang tak bisa ditawar.
Artikel Terkait
Arab Saudi Salurkan 100 Ton Kurma dan 40 Ribu Paket Makanan untuk Ramadan di Indonesia
Warga Cilandak dan Pengelola Padel Mediasi, Janji Peredam Suara dalam 35 Hari
Wamensos Tegaskan Seleksi Sekolah Rakyat Hanya Berdasarkan Kondisi Ekonomi, Bukan Prestasi Akademik
Ahli Desain: Tata Ulang Interior Lebih Efektif dan Hemat Daripada Bongkar Dinding