Dua kasus ini bikin banyak orang geleng-geleng. Di satu sisi, ada kasus ASDP yang kerugiannya disebut-sebut mencapai 1,25 triliun rupiah. Gak main-main, angka segitu.
Tapi coba bandingin dengan proyek kereta cepat WHOOSH. Nilainya jauh lebih fantastis, sampai 126 triliun. Beda jauh, kan?
Nah, yang bikin publik makin penasaran, siapa sebenarnya yang diuntungkan?
Dalam kasus ASDP, uangnya mengalir ke pemilik PT JN.
Sementara di proyek WHOOSH, keuntungannya dinikmati oleh BUMN China, para kontraktor, supplier, dan tentu saja pemberi pinjaman. Cukup jelas aliran dananya.
Yang paling menyolok perbedaannya justru di proses hukumnya.
Untuk kasus ASDP, pelakunya sudah ditangkap, divonis, dan sekarang menjalani rehabilitasi. Prosesnya berjalan.
Tapi untuk WHOOSH? Sampai hari ini belum ada tanda-tanda proses hukum yang serius. Malah terlihat santai saja.
Pertanyaannya sekarang, kapan yang satu ini bakal diproses? Masyarakat masih menunggu.
Artikel Terkait
Kembang Api dan Teriakan untuk Pahlavi Warnai Malam Teheran yang Masih Bergejolak
Gemblengan Semi-Militer Siapkan 1.500 Petugas Haji Tangguh
Pramono Anung Tegaskan JPO Sarinah Akan Dibangun Kembali, Utamakan Akses Difabel
Indonesia dan Turki Sepakati Aksi Nyata, Dari Gaza hingga Industri Pertahanan