Hidup di sekitar Jembatan Teupin Mane, yang menghubungkan Bireuen dan Bener Meriah, sempat terasa mandek. Semuanya berubah setelah banjir bandang melanda akhir November lalu, memutus akses vital itu. Tapi kini, suasana sudah jauh berbeda.
Sejak Minggu, 15 Desember 2025, jembatan sementara itu akhirnya bisa dilintasi. Dan dampaknya langsung terasa. Ribuan warga seakan tak sabar, berbondong-bondong menyeberang. Ada yang jalan kaki, naik motor, bahkan mobil sekalipun. Kendaraan niaga yang mengangkut sembako dan elpiji pun perlahan mulai ramai lagi. Tidak hanya untuk urusan dagang, jembatan ini juga jadi jalur penting bagi relawan yang membawa bantuan logistik untuk daerah yang masih terdampak.
Keberadaan jembatan Bailey hasil kerja keras TNI dan Pemprov Aceh ini benar-benar menjadi penolong. Edi Effendy, warga Simpang Empat Aceh yang tinggal di Bener Meriah, merasakan betul manfaatnya.
“Alhamdulillah, kami sudah sangat terbantu,” ujar Edi, ditemui Minggu (21/12) lalu di atas motornya.
Di motornya, terlihat keranjang berisi durian dan tiga jeriken kosong. Rupanya, selain berjualan durian, pria ini juga berbisnis bensin eceran. Durian pesanan dari Kampung Arab, Bireuen, ia antar lewat jembatan ini. Sementara jeriken kosong itu untuk diisi ulang di SPBU Bireuen.
“Pertamax kami jual Rp20.000 per liter di sana,” sambungnya.
Rasa syukur yang sama juga menguar dari M. Ali, pedagang yang sudah belasan tahun menggantungkan hidupnya di sekitar jembatan.
“Saya berjualan di sini sudah kurang lebih 14 tahun,” katanya.
Ali tak cuma bersyukur bisa kembali mencari nafkah. Menurutnya, dengan berfungsinya kembali jembatan, denyut kehidupan di kawasan itu pulih. Jalur menuju Takengon dan Pegunungan Gayo kembali hidup. Ia juga kagum dengan kecepatan pengerjaannya.
“Alhamdulillah pembangunannya cepat. Nyambungnya juga cepat. Pengerjaannya kurang lebih satu minggu,” ujarnya.
Kini, setelah sekitar seminggu beroperasi, arus lalu lintas mulai terlihat normal. Keramaian pun berangsur pulih. Suasana hiruk-pikuk yang dulu hilang, kini kembali menghangatkan kawasan Teupin Mane.
“Alhamdulillah sekarang sudah mulai bagus, sudah normal. Mobil-mobil pengangkut barang juga sudah kembali normal,” tutup Ali.
(Nadya Kurnia)
Artikel Terkait
AS Ajak 50 Negara Bentuk Blok Perdagangan Mineral untuk Kurangi Ketergantungan pada China
Mensesneg Minta Kepala Desa Proaktif Pantau Warga Rentan Usai Tragedi di NTT
Truk Patah As Sebabkan Macet Parah di Gatot Subroto
Pemprov DKI Siap Larang Atap Seng untuk Rumah dan Rusun Baru