MURIANETWORK.COM - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengajak lebih dari 50 negara, termasuk Jepang, India, dan Uni Eropa, untuk membentuk blok perdagangan mineral strategis. Inisiatif ini digagas sebagai respons terhadap dominasi China di sektor kritis tersebut dan upaya memperkuat ketahanan rantai pasokan global yang dinilai masih rapuh.
Pertemuan Tingkat Menteri di Washington
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio memimpin pertemuan tingkat menteri di Washington pada Rabu (4/2/2026) untuk merumuskan rencana tersebut. Pertemuan yang dihadiri puluhan negara mitra itu menandai langkah diplomatik konkret dari Washington untuk mengkoordinasikan kebijakan perdagangan mineral di luar pengaruh Beijing.
Usulan Mekanisme Pasar Baru
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Presiden AS JD Vance menyoroti kondisi pasar mineral internasional yang terus mengalami tekanan. Ia mengusulkan dibentuknya mekanisme penetapan harga minimum sebagai salah satu cara untuk menciptakan iklim persaingan yang lebih sehat dan stabil.
"Tujuannya sangat sederhana, yaitu diversifikasi, diversifikasi pasokan global dan pasar mineral," tegas Vance.
Usulan ini dinilai sebagai upaya untuk membangun fondasi pasar yang lebih transparan dan dapat diprediksi, sekaligus mengurangi ketergantungan pada satu pemain utama.
Langkah Strategis Jangka Panjang
Pembentukan blok perdagangan ini bukanlah langkah spontan, melainkan bagian dari strategi yang lebih luas. Hanya beberapa hari sebelumnya, pemerintahan Trump telah mengumumkan proyek senilai 12 miliar dolar AS untuk membangun cadangan strategis logam tanah jarang. Kedua langkah ini saling terkait, menunjukkan pendekatan berlapis yang menggabungkan diplomasi multilateral dengan penguatan kapasitas domestik.
Analisis melihat langkah-langkah ini sebagai upaya sistematis untuk merestrukturisasi tata kelola perdagangan komoditas strategis di tengah persaingan geopolitik yang semakin ketat. Keberhasilan inisiatif ini akan sangat bergantung pada kohesi dan komitmen jangka panjang dari seluruh negara yang terlibat.
Artikel Terkait
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11% Sepanjang 2025, Tertinggi di Kuartal IV Sejak Pandemi
PUPR Alokasikan Rp118,5 Triliun untuk Irigasi dan Jalan pada 2026
Pemerintah Perpanjang Program Beras SPHP hingga Akhir Februari 2026
Delegasi Investor Australia Kunjungi Jakarta untuk Perluas Jejak Investasi