Suasana di ruang ganti Barcelona pasti sangat berat. Usai dihajar Atletico Madrid 4-0 di semifinal Copa del Rey, kepercayaan diri yang mereka bawa ke Madrid seolah menguap begitu saja, berganti dengan frustrasi yang pekat.
Eric Garcia termasuk yang paling merasakan pahitnya kekalahan itu. Ia tak cuma mengalami malam buruk secara kolektif, tapi juga diusir keluar lapangan di penghujung laga. Wajahnya masih tampak kesal ketika berbicara kepada media.
"Mereka melukai kami lewat serangan balik. Kami punya peluang lewat Fermin, eh malah kebobolan lagi. Gol keempat itu," ujarnya, menggambarkan betapa pertandingan berjalan di luar kendali mereka.
Ia mengakui, di babak pertama timnya berusaha mencari celah. "Kami coba mengubah sesuatu, mencari gol yang bisa membawa kami kembali ke dalam pertandingan," lanjut Garcia. Tapi usaha itu sia-sia.
Bek tengah itu juga menyoroti momen kontroversial yang jadi titik balik: gol Pau Cubarsi yang dianulir. Proses peninjauan VAR yang makan waktu beberapa menit jelas membuatnya jengkel.
"Menurut saya sangat disayangkan. Pertandingan dihentikan hampir enam menit hanya untuk memutuskan offside, padahal kita punya sistem semi-otomatis," kritiknya pedas.
Garcia tak habis pikir. "Keputusannya pun, bahkan setelah ditonton berulang, masih dipertanyakan. Katanya awalnya VAR-nya tidak berfungsi. Lalu, situasinya jadi tidak jelas. Seharusnya dengan teknologi semacam ini, keputusannya cepat dan pasti."
Ia kemudian melontarkan keluhan yang lebih luas. "Jujur saja, belakangan ini hampir tidak ada keputusan wasit yang menguntungkan kami."
Artikel Terkait
PSIS Semarang Hajar Persipal 6-1, Keluar dari Zona Degradasi
Tuchel Kecewa, Tapi Pahami Alasan Delapan Pemain Mundur dari Skuad Inggris
Timnas Indonesia Tertinggal dari Bulgaria di Babak Pertama Final FIFA Series
Veda Ega dan Marc Marquez Berbagi Nasib Pahit di COTA