Dua Jembatan Presisi Kapolri Ubah Nasib Warga Klaten

- Rabu, 14 Januari 2026 | 18:25 WIB
Dua Jembatan Presisi Kapolri Ubah Nasib Warga Klaten

Rasa syukur dan kebanggaan masih terasa hangat di Desa Cucukan dan Kotesan, Klaten. Baru-baru ini, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meresmikan 19 Jembatan Merah Putih Presisi di Jawa Tengah, dan dua di antaranya ada di sini. Kehadiran Polri dalam urusan membangun desa ini pun mendapat apresiasi yang luas.

Jembatan itu dibangun di atas Sungai Dengkeng. Fungsinya vital. Ia menggantikan jembatan lama yang sudah rusak diterjang banjir, yang selama ini memaksa warga mengambil jalan memutar jauh dan berisiko. Kini, anak-anak bisa ke sekolah dengan lebih aman, para petani pun gampang menjangkau sawah mereka di seberang.

Kepala Desa Cucukan, Heru Pramana, tak menyembunyikan rasa terima kasihnya. Suaranya terdengar haru.

"Atas nama masyarakat Desa Cucukan dan Desa Kotesan, kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolri. Pembangunan ini sangat tepat sasaran. Ini akses untuk anak-anak kita bersekolah,"

Katanya. Menurut Heru, manfaatnya jauh lebih luas dari sekadar itu.

"Jembatan ini juga jadi akses petani kami menggarap sawah di seberang. Masyarakat kami sangat bangga sekali, Bapak Kapolri,"

lanjutnya penuh keyakinan.

Dampaknya langsung terasa. Mobilitas warga kini jauh lebih lancar. Waktu tempuh memendek secara signifikan. Aktivitas ekonomi dan sosial, yang dulu terhambat, kini bisa berdenyut lebih efisien dan yang paling penting lebih aman. Warga punya harapan besar: pembangunan seperti ini bisa terus berlanjut di daerah-daerah lain yang masih terputus.

Pada akhirnya, apresiasi hangat dari desa ini bukan cuma soal tumpukan beton dan besi. Program Jembatan Merah Putih Presisi itu rupanya berhasil membangun sesuatu yang lain: kepercayaan. Ia memperkuat ikatan antara Polri dan masyarakat, satu jembatan demi satu jembatan.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar